Ring Perketat Enkripsi Video Default dengan Sistem TAKE, Data Dihapus Otomatis dari Cloud

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:10:01 WIB
Ring memperkenalkan sistem enkripsi TAKE untuk memperketat keamanan video default pengguna.

SULAWESI SELATAN — Langkah ini menjadi respons atas kritik privasi yang bertahun-tahun membelit Ring. Sebelumnya, perusahaan sempat mengizinkan polisi meminta rekaman kamera pengguna tanpa persetujuan pemilik, sebuah fitur yang baru dihentikan pada 2024. Kini, Ring mencoba memperbaiki reputasinya lewat perubahan teknis yang signifikan pada sistem keamanan datanya.

Cara Kerja Enkripsi TAKE yang Lebih Aman

TAKE melindungi video dengan "kunci enkripsi unik yang berputar". Salinan kunci tersebut dikirim ke "enclave aman di dalam cloud" dan hanya digunakan untuk mengaktifkan fitur smart home yang diminta pengguna. Setelah proses itu selesai, kunci langsung dihapus dari server.

Ring menganalogikan sistem ini dengan kunci rumah: pembuat kunci tidak menyimpan salinannya. Artinya, meski rekaman tetap tersimpan di cloud, Ring sebagai perusahaan tidak punya akses berkepanjangan ke footage tersebut. Pengguna tetap bisa melihat rekaman lewat perangkat yang terdaftar dan membagikannya ke orang tepercaya.

Jadwal Peluncuran dan Opsi Enkripsi Penuh

TAKE mulai digulirkan September 2024, meski butuh waktu untuk menjangkau seluruh pengguna Ring. Sambil menunggu, pemilik perangkat masih bisa mengaktifkan end-to-end encryption penuh yang memutus akses Ring sepenuhnya — dengan konsekuensi sejumlah fitur smart home otomatis tidak berfungsi.

Kontroversi Privasi yang Belum Tuntas

Kabar baik ini tetap dibayangi catatan buruk privasi Ring. Tahun ini saja, perusahaan sempat bermitra dengan Flock, perusahaan pengawasan yang kontroversial, untuk membagikan rekaman ke polisi atas permintaan. Program itu akhirnya dibatalkan dengan alasan butuh "waktu dan sumber daya yang jauh lebih besar" dari perkiraan, meski banyak pihak menilai pembatalan itu akibat tekanan publik.

Belum lagi fitur Search Party yang diiklankan lewat Super Bowl 2024. Alat berbasis AI ini dirancang mencari hewan peliharaan hilang dengan menghubungkan kamera Ring dalam satu jaringan pengawasan. Kritikus menilai teknologi serupa bisa dengan mudah dipakai melacak manusia, bukan sekadar anjing. Fitur ini sebenarnya mudah dimatikan, tapi tetap memantik kekhawatiran.

Fitur Pengenal Wajah dan Masa Depan "Zero Crime"

Fitur Familiar Faces yang memakai teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi tamu juga masih aktif, meski tengah menghadapi gugatan hukum. Kombinasi Search Party yang menghubungkan kamera dan Familiar Faces yang mengidentifikasi orang membuat banyak pegiat privasi makin khawatir.

Kekhawatiran itu tidak mereda setelah CEO Ring Jamie Siminoff menyatakan bisa "melihat masa depan di mana kami mampu meniadakan kejahatan di lingkungan perumahan". Pernyataan tersebut dianggap terlalu ambisius dan berpotensi mendorong pengawasan berlebihan, alih-alih sekadar melindungi rumah.

Bagi pengguna Ring di Indonesia, kehadiran TAKE setidaknya menawarkan lapisan keamanan tambahan tanpa mengorbankan fungsi smart home. Namun, riwayat pelanggaran privasi yang panjang—dari kerja sama dengan aparat hingga fitur pengenalan wajah—menunjukkan pengguna tetap perlu bijak memilih fitur mana yang diaktifkan. Jika privasi adalah prioritas utama, opsi end-to-end encryption penuh masih tersedia meski harus mengorbankan sebagian kemudahan otomasi.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top