Pipa Minyak Arab Saudi 1.200 Km Ditutup, Ekspor Lewat Laut Merah Terhenti

Penulis: Jauhari Lubis  •  Minggu, 13 September 2026 | 08:22:01 WIB
Pipa East-West Arab Saudi ditutup sementara setelah serangan merusak peralatan operasional.

SULAWESI SELATANParagraf pembuka: Jaringan pipa yang dioperasikan Saudi Aramco itu menjadi jalur alternatif utama Arab Saudi untuk menyalurkan minyak ke Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz. Kementerian Energi Saudi menyatakan pipa ditutup sementara sebagai langkah pencegahan setelah serangan merusak peralatan operasional di sejumlah titik.

Rekaman video dari lokasi memperlihatkan kepulan asap dari salah satu bagian jaringan pipa. Serangan dilaporkan menyasar wilayah Riyadh dan Madinah, menyebabkan korban luka dan kerusakan fasilitas.

Dari Mana Serangan Berasal?

Mengutip Al Jazeera, Sabtu (12/9), drone diduga diluncurkan dari arah Irak. Kantor Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan serangan berasal dari Provinsi Maysan di tenggara Irak. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Pemerintah Arab Saudi maupun Irak belum secara terbuka mengidentifikasi kelompok yang diduga berada di balik serangan. Irak sendiri menjadi tempat beroperasinya sejumlah kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Kenapa Pipa Ini Penting bagi Arab Saudi

East-West Pipeline membentang dari ladang minyak Abqaiq di bagian timur Saudi hingga Pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Jalur ini menjadi opsi utama Riyadh untuk menghindari Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang selama ini menjadi titik rawan konflik AS-Israel dengan Iran.

Dengan terganggunya lalu lintas di Hormuz, ketergantungan Arab Saudi pada pipa darat semakin besar. Penutupan jalur ini otomatis memukul kemampuan ekspor minyak Saudi lewat Laut Merah.

Dugaan Keterlibatan Iran

Analis kebijakan keamanan dan pertahanan Wolfgang Pusztai menduga serangan terhadap jaringan pipa minyak Saudi kemungkinan dilakukan oleh salah satu kelompok yang didukung Iran.

"Saya yakin serangan ini kemungkinan besar merupakan perintah dari Teheran. Dari sudut pandang Teheran, ini merupakan bentuk dukungan terhadap tujuan perang Houthi di Yaman, yaitu agar Arab Saudi menarik diri dari Yaman," kata Pusztai.

Menurut Pusztai, kelompok-kelompok yang didukung Iran memperhitungkan bahwa semakin besar tekanan yang dirasakan Arab Saudi akibat serangan di wilayahnya, semakin besar pula kemungkinan Saudi menarik diri dari Yaman. Kelompok Houthi yang berperang melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mendapat dukungan Iran.

"Di sisi lain, hal ini tentu semakin memperkuat blokade Iran terhadap Selat Hormuz karena Teheran tidak lagi membiarkan Arab Saudi melewati Selat Hormuz melalui jalur alternatif. Ini memberikan sinyal kepada Arab Saudi, dan mungkin negara-negara Teluk lainnya, bahwa Iran tidak dapat dipercaya," ujar Pusztai.

Dampak ke Pasar Energi

Serangan ini memperkuat dampak blokade Iran di Selat Hormuz karena Arab Saudi tidak lagi dapat mengandalkan jalur darat untuk menghindari Hormuz. Bagi pasar global, gangguan pada dua jalur sekaligus mempersempit ruang gerak pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Harga minyak dunia berpotensi merespons ketidakpastian ini, terutama jika penutupan pipa berlangsung lebih lama dari perkiraan. Arab Saudi belum mengumumkan berapa lama pipa akan ditutup sementara.

Penutup: Penutupan East-West Pipeline menempatkan Arab Saudi pada posisi sulit: menghadapi ancaman keamanan di wilayahnya sekaligus menjaga komitmen ekspor energi. Bagi negara-negara Teluk lain, sinyal yang dikirim dari serangan ini jelas — jalur darat pun tidak lagi aman dari eskalasi konflik regional.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top