Pencarian

Film Idda Tayang Perdana di TIFF, Angkat Kisah Dua Sahabat di Gunung Etna

Minggu, 13 September 2026 • 18:22:01 WIB
Film Idda Tayang Perdana di TIFF, Angkat Kisah Dua Sahabat di Gunung Etna
Film "Idda" tayang perdana di kompetisi Platform TIFF dengan cerita dua sahabat mendaki Gunung Etna.

SULAWESI SELATAN — Kompetisi Platform di TIFF tahun ini punya aturan baru yang penting. Pemenang kategori film non-bahasa Inggris langsung mendapat tiket seleksi Academy Award untuk Film Internasional Terbaik. Artinya, "Idda" berpeluang besar masuk radar Oscar jika menang.

Sinopsis: Dua Sahabat Mendaki Gunung Etna

"Idda" disutradarai Irene Dionisio, yang sebelumnya menggarap "Pawn Street" dan "Shores". Ini menjadi film fitur keduanya.

Ceritanya tentang dua sahabat masa kecil, Sofia dan Adele, yang memutuskan mendaki Gunung Etna di pesisir timur Sisilia. Sofia digambarkan santai dan bebas, sementara Adele lebih terkendali.

Keduanya punya ikatan kuat yang diuji saat mendaki gunung berapi aktif itu. Perjalanan mereka membuka luka lama, rahasia masa lalu, dan ketakutan menghadapi perubahan.

Tecla Insolia ("Familia," "The Art of Joy") memerankan Adele, sementara Romana Maggiora Vergano ("There's Still Tomorrow," "Portobello") memerankan Sofia. Keduanya disebut sebagai dua aktris muda paling menjanjikan di Italia saat ini.

Film ini diproduksi Kino Produzioni, EDI Effetti Digitali Italiani, Andromeda Film, dan Wise Pictures. Rai Cinema International Distribution menangani penjualan internasional.

Makna Gunung Etna dalam Film

Dionisio menjelaskan bahwa "idda" dalam dialek Sisilia berarti "dia" (perempuan). Nama itu juga merujuk pada Gunung Etna: si gunung berapi perempuan.

"Saya tertarik pada gagasan Etna sebagai kekuatan yang mampu memberi kehidupan dan kematian sekaligus—sesuatu yang maternal, tapi juga berbahaya dan tak bisa dipahami," kata Dionisio.

Menurutnya, gunung itu menjadi cermin dari gejolak batin Adele dan Sofia. Perjalanan mendaki mereka bukan sekadar fisik, tapi juga emosional.

Sejak kecil, kedua tokoh membayangkan akan mencapai kawah bersama dan mendengar Etna bernapas. Mimpi itu menjadi cara mereka menghadapi hal-hal yang tak pernah terucap.

Alasan Dionisio Mengangkat Kisah Ini

Dionisio mengaku ingin membuat film tentang persahabatan perempuan, duka, memori, dan transisi sulit antar fase kehidupan.

"Idda" didedikasikan untuk sahabatnya yang meninggal mendadak beberapa tahun lalu. Ia baru tahu bahwa sebelum meninggal, sahabatnya sedang memikirkan soal menjadi ibu.

"Pengetahuan itu membuat kehilangan terasa lebih menyakitkan, karena saya tidak tahu apa yang sedang ia alami dan tidak bisa berada di dekatnya saat itu," ujar Dionisio.

Ia juga sedang mendekati fase menjadi ibu sendiri, yang membuatnya merenungkan ketakutan, keajaiban, dan ambiguitas seputar perubahan besar itu. Adele dan Sofia digambarkan sebagai perempuan usia tiga puluhan yang hidupnya mencerminkan pengalaman generasinya.

Pujian untuk Para Pemain

Dionisio memuji kontribusi Insolia dan Vergano yang disebutnya luar biasa. Insolia memberi Adele karisma dan kedalaman yang terasa kuno sekaligus bercahaya.

Vergano, kata dia, menerima kontradiksi dan rasa sakit Sofia dengan kemurahan hati besar. Keduanya tidak sekadar mereproduksi karakter di naskah, tapi sensibilitas mereka membentuk Adele dan Sofia secara mendalam.

Proses kerja dimulai dari membaca naskah, dilanjutkan latihan yang menjadi ruang untuk menyesuaikan, menulis ulang, dan menemukan adegan bersama. Kepercayaan dan kebebasan bereksperimen mereka menjadi bagian dari jalinan emosional "Idda."

Citra Vulkanik dan Riset Arsip

Tidak semua gambar letusan gunung dalam film diambil saat erupsi 2026. Dionisio melakukan riset arsip ekstensif di sekitar sepuluh arsip sejarah di Italia.

Sebagian materi berasal dari arsip Home Movies di Bologna dan koleksi sejarah lainnya. Erupsi 2026 menarik karena merupakan peristiwa luar biasa—sudah sekitar 10 tahun Etna tidak menunjukkan aktivitas seperti itu.

Karena itu, erupsi terbaru menciptakan dialog menarik dengan film, meski gambar arsip sudah dikumpulkan jauh sebelum peristiwa itu terjadi.

Santa Agatha dan Pembukaan Film

Santa Agatha adalah tokoh sentral dalam kehidupan budaya dan spiritual Catania. Film ini dibuka saat festival tradisionalnya berlangsung.

Adele sedang memotret prosesi ketika ia dan Sofia bertemu kembali. Koneksi antara Santa Agatha dan Etna menjadi salah satu lapisan makna dalam "Idda."

Dengan tayang perdana di TIFF Platform dan aturan baru soal kelayakan Oscar, "Idda" membawa nama sinema Italia ke panggung internasional di momen yang tepat.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks