MAKASSAR — Layanan Modular SPBU di kawasan CPI Makassar itu menjadi bagian dari langkah bersama Pemprov Sulsel dan Pertamina untuk memperluas akses pelayanan BBM bagi masyarakat. Selain itu, kehadirannya diharapkan mengurangi kepadatan antrean di SPBU lain di Kota Makassar.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung proses pengisian BBM di lokasi, didampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar dan jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Dari tiga unit Modular SPBU yang disiapkan, seluruhnya diarahkan untuk melayani kendaraan roda dua atau sepeda motor. Pemprov Sulsel menyebut layanan ini sebagai alternatif bagi warga agar mendapatkan BBM dengan proses pelayanan yang lebih tertib.
“Di sini ada tiga modular. Untuk pengisian maksimal 3 liter,” ujar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Senin.
Pengisian BBM di Modular SPBU kawasan CPI menggunakan sistem pelat nomor ganjil dan genap. Khusus Pertalite, ditetapkan batas maksimal pengisian 3 liter per kendaraan.
Gubernur mengimbau masyarakat yang datang mengisi BBM untuk mengikuti ketentuan yang berlaku dan menjaga ketertiban di lokasi.
“Masyarakat yang ingin mengisi BBM silakan datang ke Kawasan CPI dengan menerapkan antrean yang tertib dan disiplin,” katanya.
Kawasan CPI selama ini dikenal sebagai ruang publik yang ramai dikunjungi warga Makassar, terutama pada akhir pekan. Kehadiran Modular SPBU di titik itu memberi pilihan pengisian tanpa harus masuk ke SPBU konvensional yang kerap antre.
Pemprov Sulsel dan Pertamina belum menyebut berapa lama layanan ini akan beroperasi dalam bentuk modular, maupun rencana penambahan unit di titik lain. Yang jelas, tiga unit di CPI sudah berjalan dan melayani pembelian BBM harian warga.