MAKASSAR — Rekomendasi PB FORKI kepada dua atlet Sulsel itu keluar setelah penilaian grade nasional. Zahadiah dan Abimeyzhar menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan yang dipanggil ke Pelatnas menjelang Kejuaraan Dunia Karate kategori Cadet, Junior, dan Under 21 di Polandia.
Kejuaraan dunia tersebut dijadwalkan berlangsung 14 hingga 18 Oktober 2026. Sebelum bertolak ke Polandia, keduanya menjalani pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat dunia.
Zahadiah Al Muhammadi akan turun pada nomor kata perorangan putri kategori Cadet. Muh Abimeyzhar Nugraha tampil di nomor kata perorangan putra kategori Under 21.
Keduanya bukan nama baru di lintasan karate nasional. Grade nasional yang terpenuhi menjadi dasar PB FORKI memberikan rekomendasi kepada keduanya untuk mengikuti Pelatnas.
Sekretaris Umum FORKI Sulawesi Selatan, Syahrir Siregar, menyebut rekomendasi itu diberikan karena kedua atlet dinilai memenuhi standar yang ditetapkan pengurus besar.
"Kedua atlet ini mendapatkan rekomendasi dari PB FORKI untuk mengikuti kejuaraan dunia. Mereka sudah memenuhi grade nasional sehingga diberikan kesempatan untuk mengikuti Pelatnas dan selanjutnya tampil di kejuaraan dunia," ujar Syahrir Siregar saat diwawancarai Rabu, 23 September 2026.
Menurut Syahrir, Sulawesi Selatan hanya mengirimkan dua atlet yang mendapatkan rekomendasi untuk kejuaraan tersebut. Tidak ada wakil tambahan dari daerah lain di provinsi itu.
Kedua atlet didampingi pelatih asal Sulawesi Selatan, Aswar, yang turut mendampingi proses persiapan menuju Polandia. Kehadiran pelatih daerah di tim pendamping memberi kesinambungan program latihan yang sudah dijalani kedua atlet.
Persiapan menuju kejuaraan dunia berlangsung di bawah koordinasi Pelatnas. Keduanya diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan standar kompetisi internasional sebelum pertandingan dimulai.
Keikutsertaan dua atlet karate Sulsel pada Kejuaraan Dunia di Polandia menjadi kesempatan bagi keduanya untuk bersaing di tingkat internasional. FORKI Sulsel berharap kedua atlet dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjalani persiapan secara maksimal dan memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia.
Bagi Sulawesi Selatan, panggilan Pelatnas ini menambah daftar atlet daerah yang menembus kompetisi dunia. Zahadiah dan Abimeyzhar menyusul jejak atlet karate lain yang sebelumnya mewakili Indonesia di ajang serupa.