Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone Ditargetkan Beroperasi 1 Juli 2027, Serap Jagung Petani Lokal

Penulis: Jauhari Lubis  •  Sabtu, 26 September 2026 | 05:48:01 WIB
Pekerjaan awal pembangunan kawasan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) Bone di Sulawesi Selatan.

BONE — General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari (Persero), AS. Hasbi Al-Islahi, menyatakan pihaknya mengejar target penyelesaian pembangunan HAT Bone sesuai arahan Menteri Pertanian. Sejumlah pekerjaan awal sudah berjalan di lokasi, mulai dari pembangunan jalan, pagar, hingga pengeboran sumur.

"Tadi beberapa lokasi sudah kita lakukan pengerjaan seperti pembuatan jalan, pagar, sumur bor sudah jalan semua. Ini akan kita kejar dalam waktu tiga minggu, 2.600 meter akan kita kerja dalam sebulan," ungkap Hasbi.

Kapasitas Produksi: 168.000 Betina Produktif hingga Feedmill 10.000 Ton per Bulan

Setelah infrastruktur dasar selesai, pembangunan dilanjutkan ke fasilitas utama peternakan. Kawasan ini dirancang mencakup produksi bibit ayam, peternakan, hingga pabrik pakan dalam satu ekosistem dari hulu ke hilir.

Hasbi merinci kapasitas produksi yang disiapkan, yakni Farm Parent Stock Broiler 168.000 betina produktif ditambah jantan sesuai mating ratio, Hatchery 500.000 HE per minggu, dan Feedmill 10.000 ton per bulan.

"90 persen akan mencover Sulawesi Selatan. Kapasitas ini 90 persen bisa menutup kebutuhan Sulawesi Selatan, dan 10 persen ini bisa menutupi luar Sulsel," jelasnya.

Pabrik Pakan di Bone Buka Pasar Jagung Petani Bone dan Soppeng

Keberadaan pabrik pakan di kawasan HAT Bone disebut akan membuka pasar bagi jagung produksi petani lokal. Kebutuhan bahan baku pakan akan didukung produksi jagung dari Bone, Soppeng, dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai pengolahan jagung di wilayah sendiri lebih efisien ketimbang dikirim ke luar daerah lalu dikembalikan dalam bentuk pakan.

"Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan," ujarnya.

Anggaran Rp 2,2 Triliun untuk Lima Unit Pabrik Pakan dan Fasilitas DOC

Amran menyebut percepatan pembangunan kawasan HAT Bone merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mengembangkan fasilitas peternakan unggas terintegrasi di sejumlah wilayah. Pemerintah menargetkan lima unit pabrik pakan dan fasilitas DOC di beberapa daerah selesai dan diresmikan pada 2027.

"Anggarannya sudah turun, beliau sudah tanda tangan. Rp2,2 triliun untuk lima. Dan total anggaran dipersiapkan oleh pemerintah, karena bukan ini saja, itu Rp17 triliun," ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, jajaran direksi BUMN, PTPN Holding, ID FOOD, PT Berdikari, serta sejumlah pihak terkait.

Dorong Sulawesi Selatan Jadi Pusat Ayam Terintegrasi Indonesia Timur

Hasbi menyatakan pengembangan kawasan HAT Bone diarahkan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat industri ayam terintegrasi di kawasan Indonesia Timur. Ia meminta proses pembangunan tidak terkendala birokrasi.

"1 Juli 2027 bisa menuju ke sana. Kita semua akan kerja keras, tidak ada bottleneck birokrasi, tidak ada rintangan birokrasi," tegasnya.

Selain unggas, pemerintah menyiapkan pengembangan peternakan sapi perah untuk mendukung ketersediaan susu, telur, dan ayam sebagai sumber pangan bergizi. Ekosistem ini juga diharapkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di kawasan Indonesia Timur.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: sindomakassar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top