Dispar Lombok Utara Siapkan Destinasi Darat Baru, dari Senaru hingga Gumantar

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 10:54:31 WIB
Dispar Lombok Utara menyiapkan sejumlah destinasi wisata darat baru untuk pemerataan kunjungan wisatawan.

SULAWESI SELATAN — Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara menyiapkan sejumlah destinasi wisata darat baru untuk mengalihkan arus kunjungan dari kawasan Tiga Gili. Promosi diarahkan ke Senaru, Desa Bayan, Karang Bajo, Desa Adat Gumantar, Santong, dan Satriyan. Langkah ini diambil karena kunjungan wisatawan selama ini dinilai terlalu terpusat di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

Kepala Bidang Destinasi dan tim lapangan Dispar KLU kini mengecek ulang status lahan serta kesiapan fasilitas di tiap titik wisata darat. Proses inventarisasi itu belum tuntas karena wilayahnya luas, sementara anggaran operasional yang tersedia terbatas.

Sekretaris Dinas Pariwisata KLU, Fadly, S.Pd., menyebut pemerataan kunjungan sebagai target utama. Selama ini promosi pariwisata daerah lebih banyak menyasar kawasan Tiga Gili ketimbang wilayah daratan Lombok Utara.

Destinasi Darat yang Mulai Dijajaki

Dispar KLU tidak memusatkan penataan hanya di satu kawasan. Beberapa titik potensi wisata darat terus dijajaki, mulai dari kawasan Senaru hingga desa-desa adat di bagian timur dan selatan kabupaten.

  • Senaru — kawasan wisata alam di kaki Rinjani, dikenal sebagai gerbang pendakian dan destinasi air terjun.
  • Desa Bayan — kawasan adat dengan tradisi lokal yang masih terjaga.
  • Karang Bajo — salah satu titik yang dinilai relatif siap dari sisi kesiapan awal.
  • Desa Adat Gumantar — potensi wisata budaya yang tengah dikembangkan.
  • Santong dan Satriyan — komunikasi intensif berjalan bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.

Dari sisi kesiapan awal, Fadly menilai Senaru, Desa Bayan, dan Karang Bajo secara umum lebih siap dibanding wilayah lain. Fokus pemerintah daerah ke depan adalah melengkapi dan membenahi sarana prasarana pendukung demi kenyamanan wisatawan.

Kendala Lahan dan Fasilitas di Lapangan

Persoalan utama bukan soal promosi, melainkan kesiapan penataan di destinasi darat. Banyak titik wisata belum tertata optimal, termasuk fasilitas dasar.

Di kawasan wisata Senaru, pembangunan sarana pendukung seperti toilet belum rampung sepenuhnya. Status lahan atau clean and clear juga menjadi kendala utama dalam pengembangan destinasi darat.

"Di tempat-tempat lain terkendala masalah clean and clear lahan. Ini masih kita komunikasikan bagaimana supaya penataan tidak bertentangan dengan aturan. Kita tidak ingin persoalan lahan baru diselesaikan di tengah-tengah proses penataan karena itu justru akan menghambat pembangunan," terang Fadly.

Mengapa Promosi Diarahkan ke Daratan

Pemerintah daerah tidak ingin promosi pariwisata hanya terkonsentrasi di kawasan Tiga Gili. Rencana promosi darat disiapkan agar alur kunjungan wisatawan bergeser ke wilayah daratan Lombok Utara.

"Rencana promosi kita adalah melakukan promosi di darat, supaya ada pemerataan kunjungan dari Tiga Gili ke wilayah darat," ujar Fadly.

Inventarisasi lahan dan pengecekan kesiapan destinasi masih berjalan. Fadly menyebut prosesnya butuh waktu karena wilayahnya luas dan dukungan anggaran operasional terbatas.

"Inventarisasi masih dalam tahap berjalan dan belum selesai semua karena wilayahnya luas sekali, sementara anggaran operasional kita sangat terbatas," tambahnya.

Tips bagi Traveler yang Ingin ke Lombok Utara

Bagi yang berencana berkunjung, destinasi darat seperti Senaru, Desa Bayan, dan Karang Bajo bisa jadi pilihan awal karena dinilai lebih siap. Namun, informasi terkini soal jam buka, tarif masuk, dan kelayakan fasilitas di tiap titik sebaiknya dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau Pokdarwis, mengingat penataan masih berlangsung.

Wisatawan yang ingin menghindari keramaian Tiga Gili bisa menjadikan kawasan darat sebagai alternatif, dengan catatan menyiapkan perlengkapan pribadi dan memeriksa akses jalan sebelum berangkat. Durasi ideal untuk menjelajah beberapa titik darat adalah dua hingga tiga hari, cukup untuk merasakan lanskap Rinjani sekaligus tradisi desa adat di Lombok Utara.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: gerbangindonesia.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top