Pencarian

Ratusan Driver Ojek Online di Gowa Demo Kantor Maxim, Tolak Fitur Fokus Berbayar Rp 12 Ribu-Rp 20 Ribu

Rabu, 21 Oktober 2026 • 13:17:31 WIB
Ratusan Driver Ojek Online di Gowa Demo Kantor Maxim, Tolak Fitur Fokus Berbayar Rp 12 Ribu-Rp 20 Ribu
Massa pengemudi ojek online menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Maxim di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

GOWA — Massa pengemudi ojek online mendatangi kantor Maxim di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk menyuarakan penolakan terhadap fitur Fokus yang memberlakukan tarif prioritas pesanan. Ketua Koalisi Ojek Online Nasional, Risal H, menyebut fitur tersebut berpotensi menciptakan kesenjangan kesempatan memperoleh pesanan di antara para mitra pengemudi.

Apa Itu Fitur Fokus yang Dipersoalkan Driver

Fitur Fokus merupakan fasilitas yang ditawarkan kepada mitra driver Maxim dengan jaminan peningkatan peluang mendapatkan pesanan. Untuk mengaktifkannya, mitra driver harus membayar mulai dari Rp 12 ribu sampai Rp 20 ribu.

Besaran biaya itu bervariasi sesuai durasi penggunaan. "Perhitungan pembayaran Rp12 ribu ini untuk 5 jam, Rp15 ribu untuk 6 jam, Rp17 ribu untuk 7 jam, dan Rp20 ribu untuk 9 jam," kata Risal saat menyampaikan orasi di depan kantor Maxim.

Kekhawatiran Persaingan Tak Seimbang Antar Mitra

Penerapan sistem prioritas berbayar menimbulkan pertanyaan terkait prinsip keadilan dan pemerataan distribusi pesanan. Risal menyoroti nasib mitra pengemudi yang tidak menggunakan atau tidak mampu membeli fitur tambahan tersebut.

Menurut dia, driver yang membayar berpotensi mendapatkan kesempatan menerima pesanan lebih besar dibandingkan pengemudi yang hanya mengandalkan sistem reguler. "Kondisi ini dikhawatirkan dapat menciptakan persaingan yang tidak seimbang di antara sesama mitra pengemudi," ujarnya.

Pengemudi yang memiliki kemampuan lebih untuk membeli fitur tambahan memperoleh keuntungan berupa prioritas pesanan. Sementara pengemudi lain berpotensi mengalami penurunan kesempatan mendapat orderan.

Biaya Tambahan Tanpa Jaminan Pendapatan

Persoalan lain yang diangkat dalam aksi itu adalah pembayaran untuk penggunaan selama 5-9 jam. Risal menegaskan fasilitas prioritas tersebut belum tentu menjamin jumlah pesanan yang diterima maupun pendapatan yang diperoleh pengemudi selama masa penggunaan.

"Yang artinya, mitra driver harus mengeluarkan biaya tambahan tanpa ada kepastian bahwa penghasilan yang diperoleh akan mampu menutupi biaya pembelian fitur tersebut," ucapnya.

Penghasilan pengemudi transportasi online sangat bergantung pada jumlah pesanan yang diterima setiap hari. Selain menghadapi biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan, pengemudi kini dihadapkan pada pilihan mengeluarkan biaya tambahan demi peluang pesanan yang lebih besar namun tidak jelas.

Potongan Platform hingga Pajak yang Membebani Driver

Beban pengemudi bertambah karena penghasilan masih harus dipotong sejumlah kewajiban. Risal merinci potongan yang dikenakan kepada mitra driver Maxim.

"Selain itu, penghasilan yang diperoleh oleh driver masih harus dipotong oleh pajak aplikasi yang harus dibayarkan oleh para mitra driver maxim, dengan potongan platfirm fee 10 persen, PPN 8%, dan fee Maxim 3-5%," tandasnya.

Koalisi Ojek Online Nasional Kabupaten Gowa mendesak adanya evaluasi terhadap skema fitur Fokus. Massa pengemudi menuntut sistem distribusi pesanan yang lebih merata bagi seluruh mitra, tanpa memandang kemampuan membayar fitur tambahan.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ritmee.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks