MAKASSAR — Penyaluran bantuan gizi itu menyasar anak-anak di kawasan perkampungan dan pedesaan yang selama ini sulit terjangkau layanan posyandu. Data penerima diverifikasi lebih dulu agar susu tidak salah sasaran. Pemprov Sulsel menyebut mekanisme by name by address dipilih supaya tiap boks tercatat jelas sampai ke rumah penerima.
Gubernur Andi Sudirman menilai program ini menyambung langsung dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, penguatan gizi anak dan pemberdayaan perempuan berjalan seiring dalam kerangka Asta Cita.
"Tentu program ini sangat sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat SDM kita, kesehatan anak-anak di daerah serta peran perempuan melalui Kementerian PPPA," ujar Andi Sudirman.
Andi Sudirman menyebut bantuan ini paling berarti bagi anak-anak di daerah perkampungan dan pedesaan. Wilayah itu kerap luput dari program gizi karena akses dan data penerima yang belum rapi. Penyaluran per nama dan alamat menjadi cara memastikan sasaran tidak meleset.
Alokasi 5.000 boks untuk 24 kabupaten/kota menempatkan Sulsel sebagai salah satu daerah penerima program kolaborasi lintas sektor tersebut. Selain Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota, pelaksanaannya melibatkan Muslimat NU Sulsel sebagai mitra di lapangan.
Menteri PPPA RI Arifah Fauzi hadir secara daring dan mengapresiasi kolaborasi Pemprov Sulsel dalam mengawal distribusi bantuan gizi. Ia menekankan pendampingan, edukasi keluarga, serta peran aktif dunia usaha dan posyandu agar pemenuhan hak gizi anak tercapai optimal.
Keterlibatan posyandu dinilai penting karena merekalah yang memegang data tumbuh kembang anak di tingkat RT dan RW. Edukasi keluarga menyusul, supaya bantuan susu tidak berhenti sebagai paket sekali terima.
Program ini menggabungkan Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemprov Sulsel, pemerintah kabupaten/kota, dan Muslimat NU Sulsel. Pembagian peran itu membuat distribusi menyentuh 24 kabupaten/kota dalam satu gelombang penyaluran.
Pemerintah kabupaten/kota bertugas memastikan data penerima di wilayahnya sesuai hasil verifikasi. Muslimat NU Sulsel membantu pendampingan di lapangan, sementara dukungan korporasi menyediakan produk susu yang disalurkan.
Pemprov Sulsel belum merinci jadwal penyaluran tahap berikutnya maupun jumlah penerima per kabupaten/kota. Yang jelas, seluruh 177.500 pcs produk susu sudah dilepas dari Makassar untuk didistribusikan ke daerah.