SULAWESI SELATAN — Pengadilan Quebec memerintahkan Tesla Canada mengganti C$161.700 kepada perusahaan asuransi Intact atas kebakaran Model X 2020 milik Sacha De Santis di Montreal. Hakim menolak dalih Tesla bahwa kebakaran mobil umumnya disebabkan penyalahgunaan atau vandalisme, karena tidak didukung data apa pun. Laporan ahli menemukan kegagalan kelistrikan di dashboard sebagai penyebab kebakaran.
Keputusan ini keluar setelah Tesla berupaya membatalkan putusan default yang sudah dijatuhkan pengadilan pada Juni. Upaya itu gagal, dan perusahaan justru harus menanggung klaim asuransi yang sudah dibayarkan Intact kepada pemilik kendaraan.
Insiden bermula pada 5 Maret 2023 dini hari. De Santis sedang mengemudikan Model X bersama kekasihnya melintasi kawasan Ahuntsic-Cartierville, Montreal, sekitar pukul 01.00. Asap mulai memenuhi kabin tak lama setelah mereka menyalakan pemanas.
Keduanya berhenti, keluar membawa barang bawaan, dan dalam waktu sekitar lima menit SUV listrik itu habis terbakar. Polisi Montreal menyimpulkan pada 2023 bahwa kebakaran tersebut bukan tindak pidana.
Laporan ahli yang diajukan ke pengadilan menemukan titik awal api di sisi penumpang dashboard. Laporan itu menyebut kegagalan kelistrikan dini sebagai penyebab yang "probable" atau kemungkinan besar.
Intact berargumen Model X tersebut masih dalam masa garansi pabrik Tesla. Di Kanada, garansi kendaraan dasar Tesla berlaku empat tahun atau 80.000 km, dan kebakaran terjadi sekitar tiga tahun setelah unit masuk masa layanan.
Intact lalu menggugat Tesla Canada untuk menarik kembali dana yang sudah dibayarkan ke De Santis. Pengadilan memenangkan Intact secara default pada Juni karena Tesla tidak mengajukan pembelaan yang memadai.
Tesla kemudian meminta pengadilan mencabut putusan default tersebut. Dalam proses inilah seorang karyawan Tesla bersaksi bahwa kebakaran mobil biasanya disebabkan penyalahgunaan atau vandalisme.
Hakim Ian Demers menolak permintaan itu. Ia menulis bahwa Tesla tidak mengajukan pembelaan yang "serius" sama sekali, dan menegaskan klaim vandalisme maupun penyalahgunaan disampaikan "tanpa mengandalkan data apa pun".
Tesla Canada tidak menanggapi permintaan komentar dari Le Journal de Montréal. Intact juga menolak berkomentar, tetapi mencatat tenggat banding belum kedaluwarsa.
Tesla sebenarnya melacak dan mempublikasikan statistik kebakaran kendaraannya. Laporan Vehicle Fire Safety Report mereka menyebut sekitar satu kebakaran per 140 juta mil tempuh untuk periode 2012–2024.
Angka itu jauh lebih baik dibanding rata-rata kendaraan berbahan bakar bensin di Amerika Serikat, yang menurut data NFPA dan DOT mencapai satu kebakaran per 17 juta mil. Tesla mencatat hitungan mereka mencakup kebakaran yang bukan disebabkan kendaraan, seperti pembakaran sengaja, kebakaran hutan, dan kebakaran bangunan.
Meski demikian, data tersebut tidak menjawab pertanyaan hakim: apakah Model X ini terbakar karena cacat produksi saat masih dalam garansi. Satu-satunya bukti ahli menyatakan iya, sementara Tesla hanya mengandalkan kesan seorang karyawan.
Kasus ini tidak lantas membuat Model X dicap rawan kebakaran. Data menunjukkan mobil listrik justru lebih jarang terbakar dibanding mobil bensin.
Yang jadi sorotan adalah cara Tesla menangani klaim garansi ketika nilainya membengkak. Kendaraan masih dalam garansi, polisi menyingkirkan unsur pidana, dan laporan ahli menunjuk kegagalan kelistrikan di dashboard. Tanggapan Tesla adalah membiarkan gugatan berjalan hingga putusan default, lalu mengirim karyawan untuk menyampaikan bahwa kebakaran biasanya salah pemilik atau ulah vandal.
Bagi konsumen di pasar lain, termasuk Indonesia yang mulai ramai kendaraan listrik, preseden ini relevan. Pemilik EV perlu memahami cakupan garansi baterai dan komponen kelistrikan, serta menyimpan dokumentasi servis jika terjadi insiden.