MAROS — Kontingen Kabupaten Maros bersiap tampil di Porprov XVIII Sulawesi Selatan dengan kekuatan 622 orang. Rinciannya, 351 atlet, 55 pelatih, 6 mekanik, 32 manajer, 26 official, 58 pendamping, dan 100 panitia kontingen.
Chaerul Shahab menyampaikan komposisi itu melalui ponselnya, Jumat malam (17/10). Menurut dia, jumlah tersebut disiapkan untuk menjaga tradisi Maros di level atas ajang olahraga provinsi.
Dari 45 cabang olahraga yang dipertandingkan, Maros mengikuti 33 cabor. Chaerul menyebut panahan, kempo, atletik, tinju, dan bridge sebagai langganan penyumbang prestasi.
Karate dan akuatik masuk dalam daftar cabor yang rutin mendulang medali bagi kontingen Maros. "Panahan, Kempo, Atletik, Tinju dan Bridge termasuk tambahan Cabor Karate dan Akuatik menjadi langganan bagi kontingen Maros bertahta di level atas," ujar Chaerul.
Porprov kali ini mempertandingkan sejumlah cabor baru. Maros menaruh harapan pada binaraga, berkuda, dancesport, esport, dan muaythai sebagai sumber medali tambahan.
"Ada 5 tambahan Cabor baru yang akan dipertandingkan di arena Porprov dan diyakini akan menambah pundi pundi medali," kata Ketua KONI Maros.
Chaerul menegaskan kontingen Maros hampir selalu berada di level A pada setiap event olahraga, khususnya Porprov. Capaian itu jadi alasan target tiga besar dipasang.
"Di hampir setiap event olahraga khususnya di ajang Porprov, kontingen Maros mampu bertahta di level A, sehingga di ajang Porprov mendatang kami akan kembali berjuang bersama untuk berada di posisi 3 besar," ujarnya.
Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Maros Andi Takdir membenarkan pernyataan Chaerul. Atletik masuk daftar cabor yang diandalkan kontingen.
Porprov XVIII Sulsel berlangsung di dua tuan rumah, Bone dan Wajo. Kontingen Maros akan bersaing di 33 cabor dengan kekuatan penuh 351 atlet.