Hajime Moriyasu Tolak Peluang Latih Malaysia, Pilih Fokus ke Klub

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:54:01 WIB
Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu menolak ketertarikan untuk menangani Timnas Malaysia.

SULAWESI SELATAN — Hajime Moriyasu menolak ketertarikan untuk menangani Timnas Malaysia. Pelatih Timnas Jepang itu memilih kembali ke sepak bola klub setelah kontraknya bersama Nippon berakhir Februari 2027, dengan Sint-Truiden disebut sebagai kandidat tujuan.

Malaysia belum mengajukan tawaran resmi kepada Hajime Moriyasu. Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) baru sebatas menjajaki peluang merekrut pelatih berusia 58 tahun itu untuk menggantikan Peter Cklamovski yang meninggalkan Harimau Malaya pada pertengahan 2026.

Ketertarikan Malaysia berbenturan dengan rencana pribadi Moriyasu. Laporan media Jepang Nikkan Gendai menyebut mantan pelatih Sanfrecce Hiroshima itu tidak berminat menangani tim nasional lain dan sudah menyiapkan langkah berikutnya di level klub.

Alasan Moriyasu Enggan Melatih Tim Nasional

Moriyasu menilai ritme kerja pelatih klub jauh lebih cocok dengannya. Ia ingin kembali merasakan latihan harian bersama pemain, sesuatu yang tidak bisa didapat dalam jadwal tim nasional yang hanya berkumpul pada jeda internasional.

"Saya lebih cocok menjadi pelatih klub dimana saya bisa berlatih dengan para pemain setiap hari, merasakan pertumbuhan mereka secara langsung, ketimbang membesut tim nasional yang mana kami cuma berkumpul beberapa waktu saja untuk laga internasional dan kemudian berpisah," kata Moriyasu, dilansir dari Nikkan Gendai.

Pernyataan itu sekaligus menutup spekulasi bahwa Moriyasu akan melanjutkan karier internasional di Asia Tenggara. Malaysia menjadi nama terbaru yang gagal mendekatinya setelah sebelumnya muncul sebagai kandidat kuat pengganti Cklamovski.

Sint-Truiden Muncul sebagai Tujuan Berikutnya

Klub divisi utama Belgia, Sint-Truiden, dikabarkan masuk dalam radar Moriyasu. Klub tersebut dimiliki perusahaan Jepang DMM.com, sehingga jalur menuju Eropa terbuka lebar bagi pelatih yang membawa Jepang tampil di Piala Dunia 2022 itu.

Sint-Truiden punya rekam jejak mengembangkan pemain Jepang. Kiper Zion Suzuki, bek Takehiro Tomiyasu, dan kapten Wataru Endo pernah menimba ilmu di sana sebelum menembus level lebih tinggi.

CEO Sint-Truiden Takayuki Tateishi disebut memiliki hubungan baik dengan Moriyasu sejak lama. Tateishi dikabarkan sudah menyodorkan tawaran melatih untuk pelatih yang kontraknya bersama Timnas Jepang berjalan hingga Februari 2027.

Piala Asia 2027 Jadi Turnamen Terakhir di Timnas Jepang

Moriyasu menangani Timnas Jepang sejak 2018. Piala Asia 2027 diproyeksikan menjadi turnamen terakhirnya sebelum tongkat estafet berpindah ke pelatih Jepang U-23, Oiwa Go.

Dengan keputusan menolak Malaysia, FAM harus kembali membuka pencarian pelatih baru. Harimau Malaya membutuhkan sosok yang bisa langsung bekerja, mengingat agenda kualifikasi dan turnamen regional sudah menunggu di depan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top