Periklindo Minta Kepastian Insentif Motor Listrik, Sebut Produsen Lokal Ada yang Gulung Tikar

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:23:31 WIB
Periklindo mendesak pemerintah segera memberi kepastian kebijakan insentif motor listrik.

SULAWESI SELATAN — Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mendesak pemerintah segera memberi kepastian kebijakan insentif motor listrik. Ketidakpastian subsidi membuat calon pembeli menunda transaksi, dan sejumlah produsen lokal disebut sudah terpaksa gulung tikar karena penjualan meleset jauh dari estimasi. Pemerintah masih menggodok skema subsidi yang semula ditargetkan berjalan paling cepat September 2026.

Wakil Ketua Umum Periklindo Bidang Pengembangan dan Penelitian Prabowo Kartoleksono menyampaikan hal itu dalam pernyataan di Jakarta, seperti dikutip Sabtu (24/10/2026). Menurut dia, kejelasan aturan dibutuhkan agar pelaku industri bisa merancang strategi produksi dan penjualan secara akurat, baik saat subsidi dilanjutkan maupun ketika pemerintah memilih tidak memberi insentif.

Konsumen Menunda Beli, Stok Menumpuk di Pabrik

Prabowo menilai keraguan soal realisasi subsidi langsung mengubah perilaku calon pembeli. Banyak yang memilih menunggu kepastian ketimbang membeli sekarang, karena nilai subsidi dinilai tidak kecil bagi konsumen.

Dampaknya terasa di lini produksi. Produsen yang sudah telanjur memproduksi stok kendaraan dalam jumlah besar harus menanggung beban operasional tanpa pemasukan yang sepadan.

"Konsumen tentu akan menunda pembelian, 'kalau saya beli sekarang, bagaimana jika misalnya minggu depan turun kebijakan subsidi', dan nilai subsidi itu tidak kecil bagi pembeli," kata Prabowo.

Tekanan Finansial Berujung Gulung Tikar

Penundaan pembelian tersebut memicu tekanan finansial bagi para produsen. Prabowo mengungkapkan sejumlah produsen motor listrik lokal menghadapi situasi sulit hingga berujung gulung tikar akibat penjualan yang jauh di bawah estimasi.

Kondisi itu menjadi alasan utama Periklindo menuntut arah kebijakan subsidi yang transparan dan konsisten. Iklim usaha dinilai sulit kembali kondusif tanpa kepastian jangka panjang dari pemerintah.

Skema Subsidi Masih Digodok

Hingga kini, pemerintah belum menetapkan skema subsidi motor listrik yang semula ditargetkan berjalan paling cepat September 2026. Periklindo berharap kepastian itu segera keluar agar pabrikan bisa merencanakan produksi dan memperluas pasar motor listrik nasional.

Bagi konsumen, kejelasan jadwal dan besaran insentif menentukan kapan waktu terbaik membeli. Bagi produsen, kepastian yang sama menentukan apakah stok yang sudah diproduksi bisa terserap pasar atau justru menambah beban finansial.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top