LUWU UTARA — Ketua LP2 PWM Sulawesi Selatan K.H. Lukman Abd. Shamad, Lc., M.Pd.I., menyebut pendampingan difokuskan pada pemeriksaan kesiapan serta pembimbingan tim internal pesantren sebelum proses visitasi dilaksanakan. Tim LP2 terdiri atas Lukman sebagai ketua, Dr. Muh. Ali Bakri, S.Sos., M.Si. sebagai sekretaris, dan Drs. H. Abd. Samad sebagai bendahara.
Rangkaian kegiatan dibuka di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah (DAM) Balebo, Kabupaten Luwu Utara, pada Jumat (23/10). Keesokan harinya, Sabtu (24/10), tim melanjutkan pendampingan di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kota Palopo.
Agenda berikutnya menyasar Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, Kabupaten Pinrang, pada Ahad (25/10).
Menurut Lukman, pendampingan diperlukan agar tim internal pesantren memiliki pemahaman lebih baik mengenai instrumen akreditasi. Mereka juga perlu mampu mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses penilaian.
Persiapan itu diharapkan membantu pesantren mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki, baik dalam kelengkapan dokumen maupun tata kelola penyelenggaraan pendidikan.
LP2 PWM Sulawesi Selatan berupaya menempatkan akreditasi bukan semata-mata sebagai pemenuhan persyaratan administratif. Bagi lembaga ini, akreditasi adalah bagian dari pembinaan dan evaluasi mutu lembaga pendidikan.
Kesiapan menghadapi akreditasi diharapkan menjadi momentum bagi pesantren untuk memperkuat tata kelola. Peningkatan kualitas pendidikan Islam dan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren Muhammadiyah dan Aisyiyah juga jadi sasaran.
Kegiatan simulasi instrumen menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan pesantren menghadapi visitasi asesor. Mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren Muhammadiyah dan Aisyiyah ikut didorong lewat proses ini.
Pendampingan menyentuh tiga lokasi berbeda di Sulawesi Selatan: Luwu Utara, Kota Palopo, dan Kabupaten Pinrang. Sebaran itu menunjukkan cakupan pembinaan LP2 PWM Sulsel tidak terpusat di satu wilayah.