Kapolda Sulsel Pimpin Apel Operasi Patuh Pallawa 2026, 9 Pelanggaran Jadi Sasaran Selama 14 Hari

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 10:48:01 WIB
Kapolda Sulsel memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Pallawa 2026 di Makassar.

MAKASSAR — Apel gelar pasukan menandai mulai beroperasinya pengamanan lalu lintas serentak di 24 kabupaten/kota Sulawesi Selatan. Sebanyak sembilan jenis pelanggaran masuk daftar sasaran karena dinilai paling berpotensi memicu kecelakaan fatal.

Kapolda menempatkan kesadaran pengendara sebagai kunci, bukan sekadar kehadiran petugas di jalan. "Ketertiban berlalu lintas bukan semata-mata karena adanya petugas, melainkan karena tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab dari setiap individu," kata Awal.

Sembilan Pelanggaran yang Diburu Selama Operasi

Daftar sasaran mencakup pelanggaran yang sehari-hari terlihat di jalanan Makassar maupun jalur antarkabupaten. Berikut rinciannya:

  • Pengendara yang memakai ponsel saat berkendara
  • Pengemudi di bawah umur
  • Pengendara motor berboncengan lebih dari satu orang
  • Pengendara tanpa helm standar
  • Pengendara dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (brong)
  • Pengemudi tanpa sabuk pengaman
  • Pengendara di bawah pengaruh minuman beralkohol
  • Melawan arus dan melebihi batas kecepatan
  • Kendaraan over dimension dan over loading (ODOL)

Kapolda meminta seluruh sasaran ditangani secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan. Penindakan tidak berdiri sendiri, melainkan dibarengi teguran simpatik serta penegakan hukum elektronik lewat ETLE statis dan mobile.

Edukasi Didahulukan, Bukan Razia Semata

Awal menegaskan operasi tidak berorientasi pada penindakan. Personel diminta memperkuat langkah preemtif dan preventif melalui edukasi keselamatan kepada masyarakat, termasuk deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan pelanggaran serta kecelakaan.

Pertumbuhan penduduk dan lonjakan jumlah kendaraan bermotor disebutnya membuat persoalan lalu lintas kian kompleks. Kondisi itu menuntut peningkatan profesionalisme personel sekaligus pelayanan yang berorientasi pada keselamatan warga.

"Polri, khususnya Polisi Lalu Lintas, hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi kebijakan dan pelayanan," ujar Awal.

Pendekatan itu, menurut Kapolda, sejalan dengan visi kepemimpinan Kapolri melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat. Setiap personel diminta bertugas secara simpatik, ramah, sopan, tegas, dan terukur.

Sinergi Lintas Instansi dan Pengingat untuk Personel

Operasi Patuh Pallawa 2026 turut melibatkan instansi terkait untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Sulsel. Jajaran diminta memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat selama 14 hari pelaksanaan.

Awal juga mengingatkan personel menaati standar operasional prosedur, menjaga keselamatan diri, dan menghindari tindakan kontraproduktif. "Jadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," pungkasnya.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: detikperistiwa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top