SULAWESI SELATAN — Ram 1500 TRX 2021 mencatat konsumsi bahan bakar gabungan hanya 12 mpg versi EPA, bahkan anjlok ke 9 mpg dalam pengujian independen. Deretan kendaraan bermesin bongsor ini menempati peringkat terburuk soal efisiensi BBM, dari pikap Hellcat sampai supercar V12 Ferrari. Bagi yang khawatir harga bensin naik, daftar ini jadi peringatan jelas.
Daftar ini disusun dari data Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat dan sejumlah pengujian independen, mencakup kendaraan modern yang masih mungkin dijumpai di jalan. Fokusnya bukan mesin antik berteknologi pesawat, melainkan mobil dan truk produksi yang benar-benar boros di kehidupan sehari-hari.
Urutan disusun dari yang paling "spektakuler" konsumsi BBM-nya. Semua kendaraan di daftar ini tetap punya kegunaan masing-masing, tetapi siapa pun yang sensitif terhadap harga bensin sebaiknya berpikir dua kali.
Pikap ini menggendong V8 supercharged bertenaga 702 HP, cukup untuk melesat 0-60 mph dalam 3,7 detik. Kombinasi ban all-terrain 35 inci, peredam Bilstein remote-reservoir, dan differential lock elektronik membuatnya mumpuni di medan berat.
Bobot kosongnya mencapai 6.396 pon, ditambah bodi 8 inci lebih lebar dari Ram 1500 standar. EPA memberi rating gabungan 12 mpg, terdiri dari 10 mpg dalam kota dan 14 mpg di jalan tol. Pengujian independen justru mencatat angka lebih buruk, yakni 9 mpg.
Supercar ini nyaris kebalikan total dari TRX, dengan ground clearance minim dan ban performa profil rendah. Mesin V12 6.0 liter naturally aspirated-nya menghasilkan rating EPA 12 mpg di jalan tol dan hanya 7 mpg dalam kota, dengan gabungan 8 mpg.
Pengujian independen mencatat 11 mpg, sedikit lebih baik dari klaim EPA. Calon pemilik tetap perlu menyiapkan dana sekitar 8 juta dolar AS untuk membelinya, plus anggaran bahan bakar yang tidak kecil.
Pikap full-size ini meminjam mesin Dodge Viper bertenaga 500 HP dan torsi 525 pound-feet. Akselerasi 0-60 mph tercatat 5,3 detik, dengan waktu seperempat mil di bawah 14 detik.
Bobotnya 5.100 pon, atau 5.450 pon untuk versi Quad-Cab. Rating EPA: 14 mpg di jalan tol, 9 mpg dalam kota, gabungan 10 mpg. Menariknya, data Hagerty menunjukkan nilai jual model ini justru naik melewati 70.000 dolar AS, sekitar 15% lebih tinggi dibanding tiga tahun lalu.
Beranjak dari pikap dan supercar, daftar ini juga memuat sedan mewah full-size khas dekade 1970-an. Lincoln Continental dikenal sebagai salah satu "land-yacht" paling mewah pada masanya, dengan kelengkapan fitur yang mencerminkan gaya hidup kelas atas saat itu.
Konsumsi BBM-nya menjadi catatan tersendiri di antara kendaraan sekelasnya. Model ini melengkapi daftar sebagai representasi sedan mewah Amerika yang dikenal boros bahan bakar.
Konsumsi BBM buruk tidak serta-merta menurunkan minat pasar. Data Hagerty untuk Ram SRT-10 memperlihatkan tren kenaikan nilai, bahkan ketika harga bensin sedang tinggi.
Faktor kelangkaan dan nilai historis menjadi penentu utama. Kendaraan seperti Enzo dan SRT-10 lebih diperlakukan sebagai aset koleksi ketimbang transportasi harian.
Angka mpg dalam daftar ini menggunakan standar EPA Amerika, bukan metode pengujian konsumsi BBM Indonesia. Konversinya ke liter per kilometer bisa berbeda tergantung kondisi jalan dan cara berkendara.
Kendaraan bermesin besar seperti ini umumnya masuk ke Indonesia lewat jalur impor khusus atau kolektor. Bagi pengguna harian, konsumsi BBM dan biaya pajak menjadi pertimbangan yang jauh lebih relevan.