SULAWESI SELATAN — Gary Neville melontarkan kritik tajam terhadap para pemain Manchester United usai kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Legenda Setan Merah itu menilai skuad saat ini sengaja tampil di bawah standar untuk menggulingkan Michael Carrick, sama seperti yang mereka lakukan pada sejumlah manajer sebelumnya.
Kekalahan dari Bournemouth lewat gol Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson menjadi pukulan terbaru dalam pekan buruk United. Sebelumnya, Bruno Fernandes dan kawan-kawan juga menelan hasil memalukan di Liga Champions saat bertandang ke Como.
Neville, yang kini bekerja sebagai pengamat Sky Sports, menyampaikan kritik itu melalui The Gary Neville Podcast. Ia menilai Carrick sebenarnya sudah memberikan dampak positif sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala, tetapi para pemain justru berbalik menikamnya.
Mantan kapten United itu menyebut skuad saat ini punya rekam jejak panjang dalam menjatuhkan manajer. Nama-nama seperti Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ralf Rangnick, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, hingga Ruben Amorim disebutnya sebagai korban pola yang sama.
"Michael masih sangat awal dalam karier kepelatihannya dan orang-orang seperti van Gaal dan Mourinho sudah dimakan hidup-hidup di sini," kata Neville dalam podcast tersebut.
"Jadi bagi Michael, dia sudah melihat apa yang terjadi pada Ruben Amorim, Erik ten Hag, Ralf Rangnick, Ole. Tanda-tanda peringatan itu ada dan mereka terjebak di dalamnya."
Neville menegaskan kelompok pemain inilah yang bertanggung jawab atas rentetan pemecatan pelatih di Old Trafford. Menurutnya, para pemain sempat memberi harapan palsu kepada Carrick selama beberapa bulan terakhir.
"Kelompok pemain ini sudah bertahun-tahun membuat manajer dipecat dan tampil di bawah performa. Mereka mempermainkannya, bukan? Mereka menipunya selama beberapa bulan. Benar-benar menipu," ujarnya.
United sempat bangkit setelah Amorim dicopot dan Carrick masuk. Mereka hanya kalah dua kali setelah pergantian tahun dan menang lima dari enam laga terakhir Premier League, cukup untuk finis ketiga dan kembali ke Liga Champions.
Namun performa itu runtuh dalam sepekan. Kekalahan di Como dan di tangan Bournemouth membuat posisi Carrick berada di ujung tanduk. Dari 12 pertandingan di semua kompetisi, United hanya meraih dua kemenangan, masing-masing atas Sabah di Liga Champions dan Ipswich Town di Premier League.
Neville juga menyoroti pernyataan publik Fernandes dan Lisandro Martinez yang dinilainya sebagai serangan langsung terhadap Carrick. Keduanya bahkan tidak masuk starting XI saat melawan Bournemouth, dan suara mereka di tribun Old Trafford disebut mulai memudar.
Jadwal United ke depan tidak memberi ruang bernapas. Chelsea, Roma, Aston Villa, dan Liverpool menanti dalam empat pertandingan berikutnya. Berapa lama Carrick bertahan di kursi pelatih menjadi pertanyaan terbuka.
Carrick sendiri sempat menyindir rendahnya standar disiplin skuad, termasuk perilaku pemain di luar lapangan. Ia menyebut tinggal di lingkungan sekitar Old Trafford sudah cukup untuk mengetahui masalah yang ada di dalam tim.
Bagi Neville, persoalan United bukan sekadar taktik atau kualitas individu. Selama kelompok pemain yang sama terus mendapat perlindungan dari keputusan di belakang layar, pola pemecatan pelatih akan berulang.