ENREKANG — Pemerintah Kabupaten Enrekang mulai menggarap serius potensi wisata alam berbasis lingkungan di Kawasan Perhutanan Sosial To Tallang. Peresmian areal Eko Wisata dan Agroforestri ini menjadi momentum bagi wilayah Kecamatan Baroko untuk menonjolkan daya tarik khas "Negeri di Atas Awan".
Agenda Menginap di Negeri di Atas Awan Buntu Dama
Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan objek wisata Buntu Dama. Ia menilai kawasan ini memiliki keunikan pemandangan awan yang layak menjadi destinasi unggulan daerah di masa depan.
Guna memastikan kesiapan fasilitas dan promosi, Yusuf berencana memboyong jajaran pejabat pemerintah daerah untuk berkunjung langsung ke lokasi tersebut dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk merasakan langsung pengalaman berwisata di ketinggian Baroko.
"Nanti kita akan jadwalkan untuk juga bisa menikmati pemandangan di eko wisata ini. Saya akan ajak para Kepala Dinas untuk bermalam," kata Yusuf Ritangnga saat memberikan sambutan resmi.
Misi Mengembalikan Kejayaan Kopi Arabika Baroko
Selain sektor pariwisata, fokus utama pengembangan kawasan ini adalah penguatan sektor perkebunan rakyat. Yusuf mengisahkan kembali sejarah panjang kopi Arabika dari Buntu Dama yang dahulu sempat menyandang predikat sebagai salah satu kopi terbaik.
Meski saat ini banyak lahan yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan hortikultura, pemerintah daerah berkomitmen untuk mempertahankan dan melanjutkan budidaya komoditas kopi di wilayah tersebut.
”Walaupun ada perubahan setelah terjadi peralihan ke perkebunan hortikultura, perkebunan kopi tetap akan kita lanjutkan,” tegas Yusuf Ritangnga.
Aksi Tanam Pakis di Hutan Adat Tangsa
Peresmian ini dilakukan bertepatan dengan festival Hari Bumi yang diinisiasi oleh Koperasi Benteng Alla pada Senin (4/5/2026). Sebagai simbol komitmen terhadap lingkungan hidup, Bupati melakukan penanaman pohon pakis di area hutan adat.
Ketua Koperasi Benteng Alla, Patola, menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya kolektif untuk memastikan wilayah To Tallang tetap lestari. Melalui kegiatan ini, pihak koperasi ingin menanamkan kesadaran kolektif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan.
Upaya konservasi di Hutan Adat Tangsa ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi warga melalui konsep agroforestri, di mana kelestarian hutan tetap terjaga sementara warga bisa memetik hasil dari tanaman kopi dan sektor ekowisata.