BYD Atto 2 diproyeksikan meluncur di Indonesia pada Mei 2026 guna memperkuat dominasi merek asal Tiongkok ini di segmen SUV listrik kompak. Mengusung estimasi harga mulai Rp 300 jutaan, mobil yang juga dikenal sebagai BYD Yuan Up ini membawa spesifikasi motor listrik 130 kW.
Ekspansi BYD di Asia Tenggara terus berlanjut dengan menempatkan Indonesia sebagai destinasi strategis berikutnya. Setelah debut di Malaysia pada Juli 2025 dan Thailand pada Maret 2026, BYD Atto 2 dijadwalkan menyapa konsumen tanah air dua bulan setelahnya. Pola peluncuran ini mengikuti jejak pendahulunya, Atto 3 dan Seal, yang lebih dulu mengaspal di negara tetangga sebelum resmi masuk ke pasar domestik.
Jadwal Rilis Mei 2026 dan Potensi Harga di Bawah Rp 300 Juta
Kehadiran Atto 2 menjadi sinyal kuat BYD untuk mengincar segmen konsumen muda perkotaan. Dengan estimasi harga mulai dari Rp 300 jutaan, bahkan berpotensi menyentuh angka di bawah itu untuk varian tertentu, SUV ini akan menjadi penantang serius di kelasnya. Strategi harga agresif ini diprediksi bakal mengguncang peta persaingan SUV kompak yang selama ini didominasi mesin konvensional maupun hybrid.
Fakta Singkat BYD Atto 2:
- Estimasi Peluncuran: Mei 2026
- Output Tenaga: 177 PS (130 kW) / 290 Nm
- Kapasitas Baterai: 51 kWh (Blade Battery LFP)
- Jarak Tempuh: 300 km hingga 410 km
Motor Listrik 130 kW dengan Torsi Instan 290 Nm
Sektor performa menjadi salah satu nilai jual utama. BYD membekali Atto 2 dengan motor listrik penggerak roda depan yang mampu menyemburkan tenaga 177 PS atau setara 130 kW. Torsi instan sebesar 290 Nm memungkinkan SUV kompak ini melesat dari posisi diam ke 100 km/jam hanya dalam waktu 7,9 detik. Karakter tenaga yang responsif ini dirancang untuk memudahkan manuver stop-and-go di kemacetan kota maupun saat membutuhkan tenaga tambahan di jalan bebas hambatan.
Daya Jelajah 410 Km dengan Dukungan DC Fast Charging 82 kW
Urusan efisiensi dan daya tahan, mobil ini mengandalkan Blade Battery berkapasitas 51 kWh. Teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) milik BYD ini diklaim memiliki standar keamanan tinggi dan usia pakai panjang. Dalam sekali pengisian daya penuh, Atto 2 mampu menempuh jarak antara 300 hingga 410 kilometer, tergantung pada metode pengujian yang digunakan.
Untuk mendukung mobilitas tinggi, sistem pengisian daya sudah mendukung DC fast charging hingga 82 kW. Pengguna hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen. Sementara untuk pengisian mandiri di rumah, tersedia dukungan AC charging dengan daya 7 kW.
Visual Dragon Face dalam Dimensi Kompak SUV Perkotaan
Secara estetika, Atto 2 mengadopsi bahasa desain "Dragon Face" yang menjadi identitas global BYD. Fasia depan didominasi lampu LED menyipit dengan DRL memanjang yang memberikan kesan lebar. Dimensinya memiliki panjang sekitar 4,3 meter dan lebar 1,8 meter, ukuran yang proporsional untuk navigasi di jalanan sempit maupun area parkir gedung perkantoran yang padat.
Profil sampingnya dipertegas dengan penggunaan floating roof dan cladding hitam untuk memperkuat aura SUV. Di bagian belakang, lampu dengan motif huruf X memberikan karakter unik saat malam hari. Penggunaan material soft touch di dalam kabin serta desain jok dengan jahitan hijau kontras memberikan atmosfer premium yang jarang ditemukan di kelas harganya.
Kabin Lega dengan Fitur Keselamatan Aktif ADAS
Meski terlihat ringkas dari luar, rancang bangun interior BYD Atto 2 menawarkan ruang kaki yang memadai. Penumpang dengan tinggi badan 174 cm masih mendapatkan sisa ruang yang nyaman di baris kedua. Fleksibilitas bagasi juga menjadi poin plus berkat lantai penyimpanan yang bisa diatur posisinya sesuai kebutuhan muatan.
Lini fitur keselamatan tidak dipangkas demi mengejar harga murah. BYD menyematkan paket Advanced Driver Assistance System (ADAS) lengkap, yang meliputi:
- Adaptive Cruise Control
- Blind Spot Monitoring
- Autonomous Emergency Braking
- Kamera 360 derajat
- Wireless charging 50 watt
Kehadiran fitur-fitur modern ini, dikombinasikan dengan performa baterai Blade, menempatkan BYD Atto 2 sebagai calon kuat pemimpin pasar di segmen kendaraan listrik terjangkau Indonesia pada 2026 mendatang.