MAKASSAR — Turnamen Padel IKAPTK Nusantara resmi digelar di Vela Padel selama dua hari, sejak Sabtu (13/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini diikuti 96 peserta putra dan 32 peserta putri dari keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Wali Kota Turun Lapangan, Bukan Sekadar Seremonial
Munafri Arifuddin tidak hanya hadir untuk meresmikan acara. Dengan setelan sporty hitam, ia berpasangan dengan Kepala BPKAD Kota Makassar yang juga Ketua IKPTK Kota Makassar, Muh. Dakhlan. Mereka bertanding melawan pasangan Kepala Dinas PMPTSP Kota Makassar, Mario Said, dan Ketua DPP IKAPTK Sulawesi Selatan yang juga Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin.
Pesan Anti-Senioritas di Lapangan
Dalam sambutannya, Munafri menekankan bahwa turnamen ini bukan ajang gengsi antarangkatan. Ia secara khusus meminta para peserta untuk tidak menerapkan budaya senioritas selama pertandingan.
"Saya juga berharap, jangan ada senioritas di dalam permainan, ada tekanan-tekanan, kira-kira begitu. Biarkanlah adik-adik berkembang," ujar Munafri di hadapan peserta.
Ia juga mengingatkan agar setiap peserta bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. "Semoga yang juara terus bisa menjaga konsistensinya, dan yang junior jangan terlalu takut ditekan," pesannya.
Olahraga sebagai Perekat Silaturahmi
Selain sebagai ajang kompetisi, Munafri berharap turnamen ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi di antara sesama alumni. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus sarana membangun kedekatan.
"Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan ini, tali silaturahim sesama para IKAPTK terus terjaga dengan baik. Bersama-sama hidup sehat berolahraga dan juga terus menjalin keeratan kekeluargaan," katanya.
Peserta dari Luar Sulsel Turut Ramaikan
Ketua Panitia Muh. Dakhlan menjelaskan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan. Sejumlah peserta dari luar provinsi juga turut ambil bagian, yakni dari Manado dan Sulawesi Tenggara. Hal ini menunjukkan jaringan alumni kepamongprajaan yang meluas di kawasan timur Indonesia.