SULAWESI SELATAN — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyatakan para pasien telah dinyatakan sembuh oleh tenaga medis dan kini hanya menjalani rawat jalan. “Alhamdulillah semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing setelah menjalani perawatan intensif,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Antara, Selasa (23/6).
Kerusakan Permukiman Terpusat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo
Memasuki hari ketujuh pascagempa, data terbaru menunjukkan total rumah rusak mencapai 2.735 unit. Rinciannya, 212 unit rusak berat, 596 unit rusak sedang, dan 1.927 unit rusak ringan.
Lima desa di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo menjadi wilayah dengan dampak terparah: Uwenuni, Kamarora A, Kamarora B, Lembantongoa, dan Tongoa. Bupati Rizal menambahkan, jumlah warga terdampak mencapai 9.283 jiwa atau 3.191 kepala keluarga yang tersebar di 48 desa dan 11 kecamatan.
Pemulihan Pascagempa: Fase Rawat Jalan dan Pendataan Ulang
Dengan selesainya masa perawatan intensif bagi seluruh korban luka, pemerintah daerah kini fokus pada pendataan kerusakan rumah dan pemulihan permukiman. Belum ada pernyataan resmi mengenai bantuan hunian sementara atau relokasi bagi warga yang rumahnya rusak berat.
Proses pendataan masih berlangsung di lapangan, mengingat jumlah rumah rusak bertambah sejak hari pertama gempa. Data kerusakan ini akan menjadi dasar pengajuan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat.