SULAWESI SELATAN — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari hingga Mei 2026 menunjukkan peta persaingan MPV listrik Tanah Air. BYD M6 kokoh di puncak dengan jarak hampir dua kali lipat dari pesaing terdekatnya.
MPV asal China yang dibanderol Rp 383 juta sampai Rp 433 juta itu menambah 197 unit di bulan Mei. Total akumulasinya kini mencapai 5.017 unit, naik tipis dari posisi April yang sebesar 4.820 unit.
Wuling Cortez Darion EV Paling Agresif di Bulan Mei
Posisi kedua ditempati Wuling Cortez Darion EV dengan total kumulatif 2.765 unit. Yang menarik, MPV seharga Rp 399 juta hingga Rp 459 juta ini mencatat tambahan distribusi 234 unit di bulan Mei — paling tinggi di antara semua peserta kelas MPV listrik.
Angka itu bahkan melampaui pertumbuhan bulanan BYD M6 yang hanya 197 unit. Artinya, meski secara akumulasi masih tertinggal, laju distribusi Wuling mulai menunjukkan akselerasi yang patut diperhitungkan.
Denza D9 Kokoh di Segmen Premium, Xpeng X9 Mulai Menanjak
Di segmen MPV listrik premium, Denza D9 masih tak tergoyahkan di peringkat ketiga. Mobil seharga Rp 950 juta ini membukukan total 2.359 unit, dengan tambahan konsisten 210 unit sepanjang Mei.
Posisi keempat ditempati Xpeng X9 yang mengumpulkan 744 unit, naik 52 unit dari bulan sebelumnya. Sementara Aletra L8 di peringkat kelima mencatat pertumbuhan paling signifikan secara persentase — melonjak 89 unit dari 168 unit menjadi 257 unit.
Papan Bawah: Maxus Mifa 7 Stagnan, VW ID. Buzz Masih Bertahan
Di papan bawah, Maxus Mifa 9 mengantongi 109 unit dengan tambahan 15 unit. VW ID. Buzz, mobil ikonik asal Jerman, tercatat 65 unit setelah menambah 15 unit di bulan Mei.
Posisi juru kunci ditempati Maxus Mifa 7 yang benar-benar stagnan — tanpa tambahan satu unit pun di bulan Mei. Totalnya masih 5 unit sejak April.
Segmen MPV listrik di Indonesia kini dihuni delapan model dengan rentang harga dari Rp 383 juta hingga Rp 950 juta. Persaingan mulai memanas, terutama di kelas menengah yang diisi BYD M6 dan Wuling Cortez Darion EV.