SULAWESI SELATAN — BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 1,05 Lintang Utara dan 128,01 Bujur Timur. Getaran terjadi pukul 11:46:45 WIB dan dirasakan dalam skala intensitas II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Kabupaten Halmahera Timur. Artinya, getaran nyata dirasakan oleh sebagian warga di dalam rumah, setara dengan sensasi truk berat melintas di dekat bangunan.
Dangkal dan Berpusat di Darat, Ini Faktor Risikonya
Kedalaman hiposenter yang hanya 4 kilometer mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa bumi dangkal. Menurut BMKG, gempa jenis ini kerap menimbulkan guncangan lebih kuat di permukaan ketimbang gempa dalam dengan magnitudo serupa. "Pusat gempa berada di darat 51 km Barat Laut Maba," tulis BMKG dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (30/6).
Lokasi pusat gempa di darat meningkatkan potensi kerusakan lokal, meski magnitudonya kecil. Wilayah Halmahera Timur sendiri merupakan bagian dari Sabuk Gempa Pasifik yang aktif, dengan pertemuan beberapa lempeng mikro tektonik. Hingga pukul 21.30 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan di kawasan tersebut.
Antisipasi Bencana: Apa yang Harus Dilakukan Warga?
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa gempa bumi adalah fenomena yang tak bisa dicegah, namun risikonya bisa dikelola. Secara global, WHO mencatat gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian dalam kurun 1998 hingga 2017, dengan lebih dari 125 juta orang terdampak. Indonesia, sebagai negara rawan gempa, menjadi salah satu wilayah dengan paparan risiko tertinggi.
BNPB merekomendasikan sejumlah langkah antisipasi sebelum guncangan terjadi. Warga diminta memastikan struktur rumah tahan gempa dan menjauhkan perabotan berat dari dinding yang mudah roboh. "Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung," demikian panduan tanggap darurat yang dirilis lembaga tersebut.
Saat dan Setelah Guncangan: Prosedur Evakuasi yang Tepat
Saat gempa berlangsung, prioritas utama adalah melindungi kepala dan badan dari reruntuhan. Jika berada di dalam bangunan, berlindunglah di bawah meja kokoh atau bingkai pintu. Jika di luar ruangan, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, dan pohon besar. Bagi yang sedang mengemudi, hentikan kendaraan di tempat aman dan jauhi kendaraan untuk menghindari risiko pergeseran atau kebakaran.
Setelah guncangan berhenti, warga diimbau keluar dari bangunan secara tertib menggunakan tangga darurat—bukan lift. Periksa apakah ada korban luka dan lakukan pertolongan pertama. Jangan memasuki bangunan yang sudah retak atau rusak karena masih ada risiko reruntuhan susulan. Periksa juga instalasi gas dan listrik untuk mencegah kebakaran.
Untuk wilayah pesisir, BMKG secara khusus memperingatkan agar warga segera menjauhi pantai jika merasakan guncangan kuat dan lama, sebagai antisipasi potensi tsunami. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan untuk gempa magnitudo 3,5 di Halmahera Timur.