SULAWESI SELATAN — Perayaan HUT ke-61 Telkom yang bertajuk "Siner61 Transformasi" berlangsung secara hybrid dari kawasan The Telkom Hub, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh jajaran dewan komisaris, direksi, hingga seluruh karyawan dari lima wilayah regional. Namun, yang menarik perhatian adalah sejumlah program yang diluncurkan untuk mendorong adopsi teknologi di luar lingkungan perusahaan.
UMKM Jadi Prioritas, AI dan Talenta Digital Digarap Serius
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa transformasi bukan sekadar proyek internal. "Transformasi TLKM 30 bukan sekadar proyek perusahaan, tetapi pilihan untuk menjadi lebih cepat mengambil keputusan, lebih berani berinovasi, dan lebih fokus menghadirkan nilai," ujarnya dalam sambutan.
Pernyataan itu diterjemahkan ke dalam aksi nyata dengan memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Telkom juga menggenjot pengembangan talenta digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dinilai krusial di tengah persaingan industri teknologi yang kian ketat.
Daur Ulang Sampah Jadi Poin Reward, ESG Bukan Sekadar Gimmick
Di sisi lain, Telkom juga menunjukkan komitmennya pada prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Dalam perayaan kali ini, perusahaan menggandeng Rekosistem dan Plasticpay untuk mengajak peserta memilah dan mendaur ulang sampah. Ini bukan seremonial belaka.
Telkom meningkatkan poin aktivasi Reverse Vending Machine (RVM) menjadi Rp610 di sejumlah lokasi strategis, seperti Telkom Landmark Tower Jakarta dan Surabaya, serta Menara Multimedia Jakarta. Artinya, setiap botol plastik yang didaur ulang bisa langsung dikonversi menjadi poin reward dengan nilai lebih tinggi dari biasanya.
Komisaris Independen Telkom, Rofikoh Rokhim, mengingatkan bahwa perusahaan harus terus relevan. "Selama lebih dari enam dekade Telkom telah berkontribusi menghubungkan masyarakat Indonesia melalui konektivitas digital. Perusahaan perlu terus bertransformasi agar semakin relevan, berorientasi pada pelanggan, serta menjaga integritas dan akuntabilitas," katanya.
Bukan Sekadar Pesta, Ada Bazar dan Donor Darah
Rangkaian acara internal juga diisi dengan pameran komunitas, bazar, kompetisi olahraga dan e-sport, serta donor darah. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat solidaritas antar-insan TelkomGroup. Namun, di luar kemeriahan, pesan utama perusahaan tetap jelas: transformasi digital harus berdampak langsung ke masyarakat.
Di usianya yang ke-61, Telkom tak ingin hanya dikenang sebagai perusahaan telekomunikasi tua. Dengan menggabungkan inovasi digital, pemberdayaan UMKM, dan kepedulian lingkungan, BUMN ini mencoba membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial bisa berjalan beriringan.