SULAWESI SELATAN — Apple merilis dokumen kebijakan periklanan terbaru yang secara spesifik menutup tiga kategori bisnis untuk memasang iklan di platform navigasinya: layanan perbaikan rumah (home services), layanan jaminan penangguhan penahanan (bail bonds), dan ATM mata uang kripto. Keputusan itu diumumkan bersamaan dengan rencana perluasan bisnis iklan digital perusahaan di Amerika Serikat dan Kanada pada musim panas tahun ini.
Layanan Perbaikan Rumah Dilarang Total, Medis Dievaluasi Per Kasus
Kategori layanan perbaikan rumah yang dilarang mencakup tukang ledeng, jasa instalasi listrik, tukang kunci, servis pendingin ruangan (HVAC), pengendalian hama, jasa atap, hingga kontraktor bangunan. Baik promosi langsung maupun tidak langsung untuk usaha tersebut tidak akan diterima.
Berbeda dengan larangan total itu, iklan layanan medis dan kesehatan masih bisa masuk namun akan dievaluasi secara individual sebelum mendapat persetujuan. Apple juga tetap mengizinkan iklan alkohol, obat resep, layanan keuangan, suplemen makanan, perjudian, dan kegiatan undian dengan sejumlah persyaratan tambahan.
Iklan Politik dan Serangan ke Produk Apple Juga Dilarang
Selain tiga kategori utama, Apple menerapkan larangan yang sudah lama berlaku di platform iklannya: senjata dan amunisi, narkotika, produk tembakau, promosi kekerasan, konten diskriminatif, penipuan, informasi palsu, konten ilegal, pelanggaran hak cipta, serta bahasa kasar atau menghina.
Perusahaan juga secara khusus melarang iklan yang menyerang produk Apple, mempromosikan perangkat yang bersaing langsung dengan hardware Apple, mengandung muatan politik, menawarkan produk kesehatan tanpa bukti ilmiah, serta memuat konten ofensif atau kontroversial.
Setiap Iklan Diberi Label "Ad", Privasi Pengguna Dijamin
Apple memastikan seluruh iklan yang muncul di Apple Maps akan diberi label "Ad" sehingga pengguna dapat membedakan hasil pencarian organik dan konten berbayar. Iklan akan muncul di hasil pencarian dan bagian Suggested Places.
Perusahaan menegaskan sistem iklan di Apple Maps dirancang tanpa menghubungkan data lokasi pengguna dengan Apple Account mereka. Apple juga menyatakan tidak mengumpulkan riwayat interaksi iklan untuk dibagikan kepada pihak ketiga, berbeda dengan praktik umum yang dilakukan sejumlah platform digital lain.
Strategi Iklan Konservatif di Tengah Ekspansi Bisnis Digital
Hadirnya iklan di Apple Maps menandai langkah baru Apple dalam memperluas bisnis periklanan digital. Namun, dibandingkan pesaing utamanya, Google Maps, perusahaan memilih pendekatan lebih konservatif dengan menerapkan daftar kategori terlarang yang lebih ketat serta menonjolkan aspek privasi pengguna. Strategi itu menunjukkan upaya Apple meningkatkan pendapatan dari iklan tanpa mengorbankan citra perusahaan yang selama ini mengedepankan keamanan data dan pengalaman pengguna.