SULAWESI SELATAN — Pabrikan asal Korea Selatan itu tidak hanya akan menyegarkan lini kendaraan konvensionalnya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show tahun depan. VP Operations KSI, Harry Yanto, mengungkapkan bahwa persiapan untuk GIIAS 2026 sudah berjalan, mencakup beberapa produk sekaligus.
Varian Baru Kia Carens Dikonfirmasi Masuk Antrean
"Ada beberapa line up EV yang akan kita display. Kemudian mobil ICE-nya juga ada, ada sedikit pembaruan," ujar Harry Yanto di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/7/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa salah satu model yang paling mungkin meluncur adalah varian baru Kia Carens. Saat dikonfirmasi, Harry tidak membantah kabar tersebut, meski belum bersedia membocorkan detail spesifikasinya. "Ya bisa dikatakan seperti itu ya, tapi tunggu tanggal mainnya lah," katanya.
Kia PV5: MPV Listrik 7-Penumpang yang Paling Dinantikan
Selain penyegaran model ICE, Kia juga membuka peluang besar untuk menghadirkan PV5 ke Indonesia. MPV listrik yang sempat dipamerkan di IIMS 2026 itu mendapat respons positif dari pengunjung, khususnya karena desainnya yang dinilai segar dan fungsionalitas kabinnya.
"Kalau melihat potensi, pasti ada. Saat ini mobil listrik dengan desain bagus yang bisa mengangkut tujuh penumpang praktis belum ada di Indonesia," jelas Harry.
Antusiasme terlihat saat pengunjung mencoba pintu geser (sliding door), akses bagasi, hingga tata letak kabin yang lebih modern ketimbang van listrik pada umumnya. "Responsnya bagus. Banyak yang bilang modelnya lucu, desainnya menarik, dan berharap ada versi 7-seater," tambahnya.
Tantangan Harga dan Positioning di Pasar Indonesia
Meski potensi pasar terbuka lebar, Kia belum bisa memastikan jadwal peluncuran PV5. Perusahaan masih melakukan kajian mendalam terkait positioning produk dan target konsumen. Harry menegaskan bahwa Kia bukan pemain di segmen kendaraan berharga murah.
"Kami harus menentukan positioning terlebih dahulu. Siapa pembelinya? Apakah perusahaan rental atau segmen lain. Itu yang masih kami kaji," katanya.
Dari sisi harga, Kia belum bisa memberikan estimasi karena masih bergantung pada faktor eksternal, seperti kebijakan pajak dan insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Apabila PV5 dipasarkan dalam status completely built up (CBU), harga jual akan sangat dipengaruhi skema insentif yang berlaku serta perjanjian perdagangan bilateral.
Varian Komersial Jadi Pertimbangan Tersendiri
Secara global, PV5 juga tersedia dalam varian komersial, termasuk model blind van untuk kebutuhan logistik. Di Korea Selatan, kendaraan tersebut sudah digunakan oleh DHL, sementara di Thailand Kia dikabarkan telah menerima sekitar 3.000 unit pesanan armada komersial.
Namun, Kia menilai karakter pasar Indonesia masih berbeda. "Di Indonesia, pelaku usaha masih berpikir biaya harus murah. Berbeda dengan Thailand yang mulai banyak perusahaan mengejar citra sebagai green company sehingga berani beralih ke kendaraan listrik," jelas Harry.
Jika resmi meluncur, Kia PV5 berpotensi mengisi ceruk pasar yang masih minim pesaing: MPV listrik tujuh penumpang berdesain modern dengan kabin fleksibel untuk kebutuhan keluarga maupun operasional bisnis. Tantangan terbesarnya tetap pada penentuan harga yang kompetitif dan kesiapan pasar Indonesia menerima kendaraan listrik di segmen tersebut.