GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa menyambut positif minat investasi dari Portage Energy, perusahaan berbasis di Kanada yang bergerak di bidang energi terbarukan. Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung Senin (27/1/2026), Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin memastikan kesiapan daerah untuk mendukung penuh proses perizinan dan penyediaan lokasi proyek.
"Kita dukung penuh untuk memastikan kesiapan izin, lokasi, serta kebutuhan-kebutuhan mereka," ujar Darmawangsyah dalam pernyataan resmi yang diterima media, Senin malam.
Fokus Proyek: Sampah Berubah Jadi Listrik dan Karbon
Portage Energy tidak hanya menawarkan solusi pembuangan sampah, tetapi juga konversi limbah menjadi energi. Chief Commercial Officer Portage Energy Stephen Akpakwu menjelaskan, perusahaan melihat peluang besar di Gowa untuk menjawab dua masalah sekaligus.
"Kami ingin memanfaatkan sampah dengan baik sekaligus menghasilkan listrik," jelas Stephen.
Proyek ini direncanakan menghasilkan energi terbarukan dan kredit karbon. Pendekatan yang ditawarkan pun berbasis komunitas agar manfaat ekonomi langsung dirasakan warga sekitar, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Dukungan Penuh Pemkab Gowa untuk Investasi Berkelanjutan
Darmawangsyah menegaskan, investasi apa pun yang masuk ke Gowa harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan selaras dengan visi pembangunan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, terus membuka ruang bagi investasi yang sejalan dengan program "Gowa Maju".
"Intinya, kita menerima investasi yang masuk di Gowa semata-mata untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Gowa serta kepentingan daerah," tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Inspektur Daerah Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kepala Bagian Kerja Sama. Agenda kunjungan Portage Energy sendiri mencakup survei awal terhadap lokasi potensial pengembangan proyek dan pembahasan model kolaborasi jangka panjang.
Langkah Selanjutnya: Survei Lokasi dan Model Kolaborasi
Portage Energy menyatakan akan menyelaraskan keahlian teknis mereka dengan prioritas ekonomi dan lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa. Pembahasan lanjutan akan difokuskan pada opsi teknologi energi terbarukan, kebutuhan proyek, dan skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Jika terealisasi, proyek waste-to-energy ini akan menjadi salah satu investasi asing pertama di sektor pengelolaan sampah di Sulawesi Selatan yang berfokus pada produksi energi listrik.