LUWU TIMUR — Peninjauan berlangsung bersama sejumlah pihak, termasuk Dinas PUPR Luwu Timur dan aparat desa setempat. Selain Jembatan Loppe, Bupati memantau pembangunan jalan beton penghubung SP1–SP3 antara Desa Libukan Mandiri dan Desa Buangin.
Jembatan Loppe melintasi kawasan Towuti dan selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga Mahalona. Kondisi kayu yang lapuk membuat warga harus berhati-hati saat melintas, terutama ketika membawa muatan hasil kebun.
Konstruksi Kayu Mulai Rusak, Warga Kesulitan Melintas
Pejabat Fungsional Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda Dinas PUPR Luwu Timur, Agustinus Allu, menyatakan Jembatan Loppe saat ini masih menggunakan konstruksi kayu yang mulai mengalami kerusakan. Jembatan itu direncanakan dibangun permanen dengan bentang sekitar 20 meter.
Usulan pembangunan telah dimasukkan ke dalam pembahasan penganggaran tahun 2027. Hingga kini, warga masih mengandalkan konstruksi lama untuk aktivitas harian.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mahalona, Safril, mengungkapkan jembatan yang mulai lapuk dan berlubang menyulitkan warga saat melintas. Kesulitan paling terasa ketika mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
"Kondisi jembatan yang mulai lapuk dan berlubang menyulitkan warga saat melintas, terutama ketika mengangkut hasil pertanian dan perkebunan," kata Safril.
Warga Juga Minta Bantuan Pompa Air untuk Musim Kemarau
Safril menyampaikan kebutuhan lain di Mahalona, yakni bantuan pompa air untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Kebutuhan itu muncul karena lahan warga kerap terkendala saat musim kemarau.
Permintaan tersebut menjadi catatan tersendiri dalam kunjungan Bupati. Pemkab Lutim menilai infrastruktur jalan dan jembatan di Towuti berperan langsung bagi distribusi hasil bumi warga.
Jalan Beton Tiga Kilometer Dikebut
Di lokasi terpisah, pembangunan jalan beton penghubung SP1–SP3 di Desa Buangin masih berjalan. Bupati menyebut panjang pengerjaan jalan tersebut sekitar tiga kilometer.
"Alhamdulillah, saat ini pengerjaan jalan beton sedang berproses. Kita berharap dapat selesai tepat waktu agar masyarakat bisa segera memanfaatkannya. Panjang pengerjaan jalan ini sekitar tiga kilometer," ujar Irwan.
Jalan beton itu menghubungkan Desa Libukan Mandiri dan Desa Buangin, dua desa di Kecamatan Towuti yang mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan.
Anggaran Pokok 2027 Jadi Penentu
Irwan menegaskan pembangunan Jembatan Loppe akan diupayakan masuk dalam anggaran pokok 2027. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses utama yang sangat dibutuhkan masyarakat.
"Jembatan Loppe ini merupakan akses utama yang sangat dibutuhkan masyarakat. Setelah melihat langsung kondisinya, kita akan mengupayakan agar pembangunan jembatan ini masuk dalam anggaran pokok tahun 2027," ungkap Irwan.
Pemkab Luwu Timur berharap dua proyek infrastruktur itu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan di Kecamatan Towuti. Jadwal pastinya masih menunggu proses penganggaran tahun depan.