Empat Pengurus Inti KONI Makassar Mundur Serentak, Buntut Ketidakcocokan dengan Ketua dan Dugaan Dana Hibah Rp15 Miliar Bermasalah

Penulis: Fauzan Arifin  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:07:37 WIB
Empat pengurus inti KONI Makassar mengundurkan diri secara serentak pada pekan ini.

MAKASSAR — Sekretaris KONI Kota Makassar Iqbal Djalil, Wakil Sekretaris Queensyah Azahrah Kirana Siliwangi, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar, serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Arianto Najib kompak mengajukan pengunduran diri. Langkah ini diumumkan pada Jumat (pekan ini) dan langsung memicu spekulasi publik mengenai kondisi internal organisasi olahraga tersebut.

Iqbal Djalil mengklaim mundur karena alasan pribadi. "Kalau saya mengundurkan diri karena ingin fokus dengan bisnis, pekerjaan dulu," katanya saat dikonfirmasi. Namun, pengurus lain yang turut mundur memberikan pernyataan lebih gamblang mengenai situasi di dalam KONI Makassar.

Visi Tidak Sejalan dengan Gaya Kepemimpinan Ketua

Salah seorang pengurus yang enggan disebut namanya mengungkapkan alasan mendasar di balik keputusan itu. "Saya tekankan di sini, karena visi tidak sejalan dengan kepemimpinan beliau (Ismail) dan sudah tidak cocok dengan gaya kepemimpinan dengan ketua sekarang. Sudah terlalu rusak di dalam, paling parah pengelolaan anggaran, makanya lebih baik mundur saja," ujarnya.

Dinamika internal yang berlarut-larut tanpa solusi disebut menjadi pemicu utama. Beberapa saran perbaikan yang disampaikan pengurus kepada ketua diduga kerap diabaikan, sehingga kepercayaan terhadap kepemimpinan Ismail luntur.

Dana Hibah Rp15 Miliar Diduga Habis Tanpa Laporan Transparan

Isu pengelolaan keuangan menjadi sorotan paling tajam dalam peristiwa ini. Pemerintah Kota Makassar telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp15 miliar untuk KONI Makassar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Namun, dana tersebut diduga sudah dihabiskan tanpa adanya pelaporan keuangan yang transparan.

Meski dugaan ini mengemuka, belum ada validasi resmi dari pihak terkait. Baik Ketua KONI Makassar Ismail maupun jajarannya belum memberikan konfirmasi. Ismail tidak merespons panggilan telepon maupun pesan singkat wartawan saat dimintai keterangan.

Apa Langkah Selanjutnya untuk KONI Makassar?

Mundurnya empat pengurus inti ini meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah besar bagi KONI Makassar. Organisasi yang menaungi puluhan cabang olahraga ini kini harus menghadapi kekosongan di posisi strategis di tengah tuntutan pembinaan atlet dan persiapan agenda kompetisi daerah.

Publik dan pegiat olahraga di Makassar menanti sikap resmi Pemkot Makassar selaku pemberi hibah. Transparansi pengelolaan dana menjadi tuntutan utama agar kejadian serupa tidak terulang dan pembinaan olahraga di kota ini tetap berjalan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top