Indra Sjafri Soroti Infrastruktur dan Kurikulum sebagai PR Pembinaan Pemain Muda Sepak Bola Indonesia

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 04:51:01 WIB
Indra Sjafri menekankan pentingnya infrastruktur dan kurikulum dalam pembinaan pemain muda sepak bola Indonesia.

SULAWESI SELATAN — Meski tak lagi menjabat sebagai pelatih tim nasional maupun Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri tetap aktif melakukan safari ke berbagai daerah. Lewat kanal YouTube One Corner tvOneNews, pelatih yang sukses membawa Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 dua kali ini mengungkapkan kegelisahannya terhadap masa depan bakat-bakat muda di Tanah Air.

Lima Komponen Pembinaan yang Harus Berjalan Bersamaan

Indra Sjafri menekankan bahwa Indonesia membutuhkan pemain masa depan dengan kualitas di atas level saat ini. Menurutnya, upaya naturalisasi saja belum cukup untuk mendongkrak prestasi tanpa pembinaan usia muda yang matang.

"Kuncinya adalah melakukan pembinaan pemain dari usia muda. Lima hal yang harus dilakukan. Penyiapan infrastruktur, kurikulum, jumlah pelatih dan kualitas, serta pengembangan pemainnya sesuai dengan tahapannya. Dan terakhir kita siapkan kompetisi yang berkualitas," ujar Indra Sjafri.

Ia menegaskan kelima elemen tersebut tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. "Enggak bisa satu-satu. Kompetisi tanpa lapangan yang bagus enggak bisa. Jadi lima-limanya harus berbarengan," tambahnya.

Infrastruktur Masih Jadi Pekerjaan Rumah Besar

Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 itu menyoroti masih banyaknya lapangan sepak bola di daerah yang tidak terpakai. Ia mengibaratkan pembinaan pemain seperti sistem pendidikan yang membutuhkan sinergi semua aspek.

"Bagaimana nilainya bisa tinggi kalau dia ujian nasional terus sekolahnya gak bagus, kurikulumnya gak bagus, pelatih atau gurunya gak berkualitas. Ya, anaknya pasti enggak berkembang," kata Indra Sjafri.

Sinergi PSSI, Asprov, hingga Swasta Sangat Diperlukan

Indra Sjafri menegaskan tanggung jawab pembinaan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Mulai dari PSSI, asosiasi provinsi (asprov), hingga pihak swasta harus turun tangan.

"Siapa yang melakukan? Mulai dari PSSI sampai asprov, semua daerah harus melakukan. Ditambah supporting dari pihak-pihak swasta. Kan banyak juga kompetisi yang dilakukan pihak swasta," tuturnya.

Ia mengaku kerap melihat lapangan di desa-desa kosong tanpa aktivitas sepak bola. "Satu, pelatihnya enggak ada. Saya berjalan ke berapa desa karena saya kepingin anak-anak dari desa itu juga punya kesempatan untuk menjadi pemain sepak bola," pungkas Indra Sjafri.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top