MAKASSAR — PSM Makassar kembali mendapat sanksi dari FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain dan pelatih baru untuk bursa transfer. Hukuman ini merupakan yang keenam kalinya diterima klub berjuluk Juku Eja, menunjukkan pola berulang dalam masalah manajemen keuangan dan kontrak.
Pemicu Sanksi yang Kembali Berulang
FIFA menjatuhkan sanksi tersebut karena PSM dinilai belum menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada mantan pemain atau pelatih. Kasus serupa telah terjadi sebelumnya, dan klub gagal memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan oleh badan sepak bola dunia itu.
Akibat larangan ini, PSM tidak bisa merekrut pemain baru atau mengganti pelatih hingga sanksi dicabut. Ini menjadi pukulan telak bagi persiapan tim menghadapi kompetisi musim depan.
Fakta Singkat Enam Kali Sanksi PSM Makassar
- PSM Makassar total telah menerima enam sanksi larangan transfer dari FIFA.
- Sanksi selalu dipicu oleh sengketa pembayaran dengan mantan pemain atau pelatih asing.
- Klub belum pernah berhasil menyelesaikan kasus sebelum batas waktu yang diberikan FIFA.
Dampak pada Skuad dan Kompetisi
Larangan ini membuat PSM tidak bisa menambah amunisi anyar di bursa transfer. Padahal, rotasi pemain sangat dibutuhkan untuk menjaga performa di Liga 1 Indonesia.
Manajemen klub kini harus bergerak cepat untuk bernegosiasi dengan pihak lawan agar sanksi dicabut. Jika tidak, PSM akan memasuki musim baru dengan skuad yang ada saat ini tanpa tambahan tenaga baru.
Langkah Manajemen PSM ke Depan
Pihak manajemen PSM Makassar belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi terbaru ini. Namun, sumber internal klub menyebutkan bahwa upaya mediasi dengan pemain atau pelatih yang menggugat tengah dilakukan.
Kasus ini kembali menyoroti lemahnya tata kelola keuangan klub sepak bola Indonesia dalam memenuhi kewajiban kontrak internasional. FIFA biasanya mencabut larangan transfer setelah seluruh kewajiban pembayaran lunas.