MAKASSAR — Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan modus pemalsuan QR Code sudah memanfaatkan kecerdasan buatan. Pelaku cukup memotret kendaraan, lalu membuat plat nomor dan STNK palsu untuk didaftarkan ke aplikasi MyPertamina.
“QR Code ini sekarang kan statis, nanti akan (dibuat) dinamis. Dengan dinamis itu, tidak ada lagi potensi-potensi seperti ini (pemalsuan), duplikasi yang dikeluarkan atau dikembangkan oleh orang tertentu karena teknologi AI,” kata Wahyudi di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Selasa.
Total BBM subsidi yang dialokasikan untuk Sulawesi Selatan dalam setahun mencapai Rp 20 triliun lebih. Rinciannya, 0,79 juta kiloliter solar senilai Rp 15 triliun, dan 1,4 juta kiloliter pertalite senilai hampir Rp 9 triliun.
Dari pengungkapan Polda Sulsel, sebanyak 229.123 liter solar dan 3.031 liter pertalite berhasil diamankan. Jika dinominalkan, kerugian negara yang diselamatkan dari penyalahgunaan solar saja mencapai Rp 361 miliar.
Dalam pengungkapan oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar pada 26 Februari 2026, tujuh mobil truk tangki disita. Truk tersebut sempat bertuliskan label Pertamina, namun label itu diduga sengaja dihapus saat rilis kasus pada 2 Juni 2026 di Dermaga Peti Kemas Makassar.
“Mobil-mobil truk yang disita ini kelihatannya secara fisik meragukan. Transportir Pertamina yang tercatat itu PT-nya sudah jelas, ada nama. Di situ dikasih label barcode. Kalau discan muncul inisial PT-nya, yang ini tidak ada,” tegas Wahyudi.
Polda Sulsel menetapkan 45 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. BPH Migas memastikan pihaknya akan mengevaluasi sistem QR Code untuk instansi dan industri, termasuk menambahkan PIN khusus yang tidak bisa disalahgunakan.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Deny Sukendar menambahkan, pihaknya berkomitmen menjalankan program digitalisasi subsidi di seluruh SPBU Sulsel. Monitoring dilakukan bersama Polda dan pemerintah daerah.
BPH Migas mengimbau masyarakat melaporkan dugaan penyalahgunaan melalui Help Desk Dumas di nomor 0812300136 yang beroperasi 24 jam. Pembaruan sistem QR Code dinamis ditargetkan rampung dalam waktu dekat untuk menutup celah pemalsuan berbasis AI.