Pemprov Sulsel Percepat Aspal Jalan Strategis di Enrekang, Tana Toraja, Bone, dan Soppeng, Target Mobilitas dan Distribusi Barang Terkoneksi

Penulis: Jauhari Lubis  •  Senin, 15 Juni 2026 | 22:51:31 WIB
Pemerintah Sulsel mempercepat pengaspalan jalan strategis di Enrekang untuk mendukung mobilitas warga.

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan proyek Multi Years Project (MYP) pada sejumlah ruas jalan strategis terus dikebut. Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menyatakan percepatan ini bertujuan memperkuat mobilitas dan distribusi barang di berbagai daerah.

“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Rosyadi di Makassar, Senin.

Paket 3: Pengaspalan di Enrekang hingga Tanrutedong

Pada Paket 3, pekerjaan pengaspalan difokuskan di ruas Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua–Dongi–Tanrutedong. Material lapis antara aspal beton atau Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) dihamparkan pada titik STA 15+150 di sisi kiri dan kanan jalan.

Penanganan ini diharapkan mengatasi kerusakan yang selama ini menghambat mobilitas warga antar tiga kecamatan di Enrekang.

Paket 4: Talud dan Preservasi di Tana Toraja-Soppeng

Sementara itu, di Paket 4, penanganan berlangsung di ruas Anabanua–Makale–Batas Sidrap. Pekerjaan utama meliputi pembangunan talud bahu jalan untuk memperkuat struktur jalan dan mengurangi risiko kerusakan akibat longsor.

Preservasi jalan juga terus dilakukan di ruas Batas Kabupaten Soppeng–Ulugalung. Langkah ini untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap dan aman dilalui masyarakat, terutama saat musim hujan.

Paket 5: DPT dan Drainase di Bone

Di Kabupaten Bone, Paket 5 menyasar tiga ruas strategis. Pada ruas Ujung Lamuru–Palattae, pembangunan dinding penahan tanah (DPT) dilaksanakan di STA 9+630 untuk memperkuat badan jalan dari potensi longsor.

Selanjutnya, pembangunan saluran drainase dilakukan di ruas Palattae–Bojo pada STA 0+425. Sistem ini dirancang mendukung pembuangan air dan menjaga umur layanan jalan.

Di ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae, penanganan dilakukan melalui penghamparan lapis antara aspal beton (AC-BC) pada STA 17+550.

Dampak Langsung ke Warga: Distribusi Pertanian dan Mobilitas Harian

Perbaikan infrastruktur ini diharapkan memperlancar aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta mobilitas harian warga di wilayah sekitar. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, biaya logistik diharapkan menurun dan akses ke pasar menjadi lebih cepat.

Pemprov Sulsel menargetkan seluruh pengerjaan rampung sesuai jadwal MYP agar manfaatnya segera dirasakan warga di tiga kabupaten tersebut.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top