Review OneOdio Studio Max 2: Headphone Niche untuk Musisi dengan Transmitter Low-Latency, Tapi Kurang untuk Audiens Umum

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 15:50:01 WIB
OneOdio Studio Max 2 hadir dengan transmitter low-latency 9ms untuk kebutuhan monitoring musik.

SULAWESI SELATAN — OneOdio Studio Max 2 bukan headphone untuk semua orang. Dalam pengujian selama beberapa pekan, produk ini terasa lebih sebagai varian "pro" dari Studio Max 1 ketimbang generasi baru yang revolusioner. Harganya naik signifikan, dan pengalaman pakai pun tidak berubah drastis.

Hal yang Disukai: Transmitter Low-Latency Jadi Andalan

Keunggulan utama Studio Max 2 ada pada transmitter audio nirkabel yang disertakan dalam kotak. Alat ini memungkinkan koneksi ke sumber audio analog apa pun dengan latency hanya 9ms — turun drastis dari 20ms di model sebelumnya. Angka ini cukup rendah untuk kebutuhan monitoring DJ atau latihan musik tanpa jeda yang mengganggu.

Selain itu, headphone ini menawarkan empat opsi koneksi: Bluetooth, jack 3.5mm, jack 6.35mm, dan transmitter. Baterainya juga besar: 120 jam via Bluetooth, dan 50 jam saat menggunakan transmitter — dua kali lipat dari Studio Max 1. Desain foldable dan paket lengkap (carry case, kabel-kabel, transmitter) jadi nilai tambah untuk musisi tur.

Hal yang Kurang: Bodi Besar dan Suara Kurang Memuaskan

Masalah paling mencolok adalah ukuran dan bobot. Studio Max 2 terasa besar dan kurang nyaman saat dipakai di luar ruangan. Saat berjalan, headphone ini goyang dan kurang stabil. Tidak ada fitur noise cancellation, dan kualitas audio tergolong buruk untuk harga segini.

Untuk pendengar musik biasa, suara yang dihasilkan tidak cukup detail dan cenderung flat. Profesional audio pun kemungkinan besar akan memilih peralatan studio khusus daripada headphone ini. OneOdio sendiri memposisikan produk ini untuk DJ, musisi, dan produser amatir yang butuh alat serbaguna — bukan audiophile.

Performa Nyata: Situasional dan Niche

Dalam praktiknya, Studio Max 2 paling berguna untuk skenario spesifik: latihan musik di rumah, monitoring saat perform, atau kebutuhan koneksi nirkabel ke perangkat analog. Saya sendiri menggunakannya setiap hari untuk terhubung ke gitar dan keyboard. Tapi untuk penggunaan umum seperti mendengarkan musik atau menonton film, headphone ini kurang recommended.

Transmitter memang jadi fitur pembeda. Dengan latency 9ms, delay hampir tidak terasa. Tapi jarak transmisi turun jadi 10 meter — separuh dari model sebelumnya. OneOdio bukan satu-satunya brand yang menawarkan fitur ini, tapi harganya termasuk yang paling terjangkau.

Kesimpulan: Layak Beli untuk Siapa?

Studio Max 2 cocok untuk musisi atau produser yang butuh headphone nirkabel dengan latency rendah dan banyak opsi koneksi. Tapi jika Anda pengguna umum yang mencari kualitas suara bagus atau kenyamanan sehari-hari, lebih baik cari model lain.

Satu catatan penting: sebelum membeli, cek harga OneOdio Studio Max 1. Jika mendapat diskon, model lama bisa jadi pilihan lebih hemat karena fitur dasarnya hampir sama. Studio Max 2 baru worth it jika Anda benar-benar butuh latency 9ms dan baterai transmitter yang lebih besar.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top