Pencarian

INDEF: Kredibilitas Kebijakan Ekonomi Kunci Jaga Penguatan Rupiah dan IHSG

Rabu, 17 Juni 2026 • 06:49:31 WIB
INDEF: Kredibilitas Kebijakan Ekonomi Kunci Jaga Penguatan Rupiah dan IHSG
M Rizal Taufikurahman menekankan pentingnya kredibilitas kebijakan ekonomi untuk penguatan rupiah dan IHSG.

SULAWESI SELATAN — “Agar tren penguatan IHSG dan rupiah dapat terjaga, pemerintah perlu terus menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi melalui disiplin fiskal, kepastian regulasi, serta pengelolaan APBN yang lebih efektif dan produktif,” ujar M Rizal Taufikurahman dalam keterangan resmi yang dikutip Antara, Rabu (17/6).

Reformasi Struktural dan Daya Beli Jadi Syarat Tambahan

Menurut Rizal, upaya menjaga kredibilitas kebijakan harus diiringi percepatan reformasi struktural, peningkatan investasi, penguatan sektor industri, dan perbaikan daya beli masyarakat. Langkah-langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing ekonomi nasional.

“Penguatan pasar keuangan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila didukung oleh fundamental ekonomi yang semakin kuat dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” kata Rizal.

Proyeksi IHSG ke Level 8.000 dan Rupiah ke Rp16.500

Rizal memproyeksikan IHSG berpotensi kembali menuju level 8.000 dalam kisaran 12 hingga 18 bulan ke depan. Sementara itu, nilai tukar rupiah diprediksi dapat pulih ke kisaran Rp16.500 per dolar AS dalam waktu satu hingga dua tahun.

Proyeksi tersebut, lanjut dia, dapat terealisasi dengan asumsi kondisi global semakin kondusif, suku bunga global mulai menurun, dan reformasi ekonomi domestik berjalan konsisten.

Pemulihan Tak Bisa Andalkan Sentimen Pasar Semata

Rizal menekankan pemulihan IHSG dan kurs rupiah tidak hanya bergantung pada sentimen pasar. Menurutnya, kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun kredibilitas kebijakan menjadi faktor penentu.

“Sehingga penguatan pasar keuangan dapat berlangsung secara lebih berkelanjutan dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ucap Rizal.

Data Pergerakan Rupiah dan IHSG Pekan Lalu

Nilai tukar rupiah cenderung menguat pada pembukaan perdagangan setiap pagi dalam sepekan terakhir. Pada Selasa (9/6), rupiah dibuka di level Rp18.134 per dolar AS, lalu menjadi Rp17.900 pada Rabu (10/6).

Kurs rupiah bergerak ke level Rp17.941 pada Kamis (11/6), menguat menjadi Rp17.930 pada Jumat (12/6), dan berlanjut ke level Rp17.778 pada Senin (15/6).

Adapun IHSG pada pembukaan perdagangan pekan lalu tercatat di posisi 5.344,69 pada Selasa (9/6), naik ke 5.744,06 pada Rabu (10/6), 5.899,27 pada Kamis (11/6), 5.960,27 pada Jumat (12/6), dan 6.118,73 pada Senin (15/6).

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks