Lazismu Sulsel Resmikan Wakaf Sumur Bor di Wajo, Bantu Petani Hadapi Kekeringan Akibat El Nino

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:21:03 WIB
Perwakilan Lazismu Sulsel, MPM PWM Sulsel, dan Jamaah Tani Muhammadiyah meresmikan Wakaf Sumur Bor di Lingkungan Salompare, Kelurahan Belawa, Wajo, Selasa (28/7/2026).

WAJO — Kekeringan akibat fenomena El Nino mulai mengancam produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Wajo. Menyikapi hal itu, Lazismu Sulawesi Selatan meresmikan Wakaf Sumur Bor di Lingkungan Salompare, Kelurahan Belawa, pada Selasa (28/7/2026). Program ini digarap bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM Sulsel dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM).

Hasil Asesmen Kebutuhan Petani di Musim Kemarau

Ketua Badan Pengurus Lazismu Sulsel, Prof. Dr. H. Mahmuddin, menjelaskan pembangunan sumur bor berawal dari asesmen terhadap kebutuhan petani setempat. “Kami melihat persoalan utama petani saat ini adalah ketersediaan air. Karena itu, Lazismu bersama MPM dan Jamaah Tani Muhammadiyah membangun sumur bor dan sistem pompanisasi agar lahan tetap produktif,” ujarnya.

Mahmuddin menambahkan, program ini merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk menyelesaikan persoalan riil masyarakat. Ia menekankan pendekatan filantropi produktif yang tidak hanya memberi bantuan jangka pendek, tetapi membangun kemandirian ekonomi petani.

Sinergi Antar Majelis Muhammadiyah

Peresmian sumur bor dihadiri sejumlah pimpinan Muhammadiyah Sulsel. Ketua PWM Sulsel, Prof. Dr. H. Ambo Asse, mengapresiasi kolaborasi lintas majelis dan lembaga dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “Saya mendorong seluruh majelis dan lembaga Muhammadiyah terus bersinergi. Lazismu memiliki peran strategis sebagai lembaga filantropi yang mendukung pembiayaan berbagai program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua MPM PWM Sulsel, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, menyebut program ini bagian dari rangkaian pemberdayaan yang telah berjalan, termasuk pendampingan peternak bebek petelur. “Kolaborasi ini tidak berhenti pada pembangunan sumur. Program pemberdayaan akan terus kami dampingi dan evaluasi agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Petani Wajo?

Camat Belawa, Arifuddin Arman, mengapresiasi kepedulian Muhammadiyah terhadap warganya. “Kami berterima kasih kepada Muhammadiyah melalui Lazismu, MPM, dan Jamaah Tani Muhammadiyah yang telah membantu penyediaan air bagi lahan pertanian warga. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut,” katanya.

Bagi Lazismu Sulsel, Wakaf Sumur Bor di Wajo menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan melalui filantropi Islam. Di tengah ancaman El Nino, pengelolaan dana sosial keagamaan diharapkan tidak hanya membantu petani bertahan, tetapi menciptakan solusi berkelanjutan bagi kehidupan mereka.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: beritakotamakassar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top