MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia terus memperkuat ekosistem wastra daerah. Ajang tahunan KKS x Digifest 2026 yang digelar di Makassar selama sepekan penuh menjadi salah satu strategi untuk mendorong UMKM fesyen dan kriya agar naik kelas.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan bahwa pelestarian wastra tidak bisa hanya bertumpu pada peningkatan penggunaan. Menurutnya, kualitas, inovasi, dan daya saing menjadi faktor penentu agar produk lokal tidak tergerus zaman.
"Penggunaan saja bukanlah jaminan akan kelestariannya. Oleh karena itu, harus ada ikhtiar, kerja keras, dan kerja cerdas untuk terus mengembangkan serta meningkatkan keterlibatan semua pihak," kata Jufri saat membuka acara yang juga dihadiri 37 UMKM produk makanan tersebut, Rabu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyebut sektor ekonomi kreatif seperti fesyen dan kuliner berkontribusi sekitar tujuh persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Angka ini menjadi alasan BI bersama pemda terus mendorong pengembangan ekosistem wastra.
Rizki mengungkapkan, setiap tahun BI membina sekitar 75 UMKM melalui berbagai program pengembangan. Program tersebut tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga mencakup petani, eksportir, hingga pondok pesantren.
"Kita selalu berinovasi bagaimana meningkatkan UMKM agar naik kelas, sementara pesantrennya agar mandiri," ujarnya.
KKS x Digifest 2026 tahun ini berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menuju Karya Kreatif Indonesia (KKI) serta Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026.
Pemprov Sulsel berkomitmen mendukung pengembangan sektor wastra melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM, termasuk mendorong kemudahan akses pembiayaan. Dengan adanya ajang ini, para perajin wastra diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran dan mengadopsi teknologi digital untuk pengembangan usaha mereka.