BANTAENG — Perjuangan Desa Bonto Tangnga untuk menjadi yang terbaik di tingkat provinsi memasuki babak krusial. Setelah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan, desa yang mewakili Kabupaten Bantaeng ini kini harus bersaing dalam tahap pemaparan yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara daring.
Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin turut hadir dalam sesi pemaparan melalui Zoom Meeting dari Studio Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor DPMPTSP Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7/2026). Kehadirannya menjadi sinyal dukungan penuh pemerintah kabupaten terhadap desa binaannya.
Delapan peserta yang mengikuti tahap pemaparan terdiri dari lima desa dan tiga kelurahan. Selain Bonto Tangnga, kategori desa diikuti oleh Desa Barae dan Desa Mario (Soppeng), Desa Kalosi (Sidrap), serta Lembang Rante (Toraja Utara).
Sementara itu, tiga peserta dari kategori kelurahan adalah Kelurahan Tolotenreng (Wajo), Kelurahan Kadidi (Sidrap), dan Kelurahan Gunung Sari (Kota Makassar). Seluruh peserta mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas.”
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Saleh, menjelaskan bahwa pemaparan merupakan tahapan ketiga. Sebelumnya, tim penilai telah turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi objektif di setiap desa dan kelurahan peserta.
“Dalam verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan sekitar satu minggu lalu, tim penilai telah melihat secara langsung kondisi objektif di desa dan kelurahan peserta serta mencocokkannya dengan data yang disampaikan. Hasil pemaparan ini akan menjadi dasar penetapan juara tingkat provinsi,” jelas Muh. Saleh.
Pemenang Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Sulsel tidak berhenti di kompetisi provinsi. Menurut Muh. Saleh, desa dan kelurahan terbaik akan diumumkan dan diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri pada 31 Juli 2026. Selanjutnya, mereka akan mengikuti penilaian tingkat regional yang mencakup wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
Jika berhasil menjadi yang terbaik, Bonto Tangnga berpeluang membawa nama Bantaeng dan Sulawesi Selatan ke panggung yang lebih luas. Kepala desa setempat, dr. Mahmudin, turut mendampingi bupati dalam sesi pemaparan bersama Camat Uluere Munir Gassing dan jajaran dinas terkait.
Muh. Saleh juga memberikan apresiasi kepada kepala daerah, kepala desa, lurah, dan seluruh pihak yang berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan. Inovasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi poin utama dalam pengembangan pemerintahan di tingkat bawah.