SULAWESI SELATAN — Vivo X500 terdeteksi di platform Geekbench dengan nomor model V2609A dan chipset MediaTek Dimensity 9600M. Dapur pacu tersebut menampilkan satu prime core berkecepatan 4,21 GHz, tiga performance core 3,5 GHz, serta empat efficiency core 2,7 GHz. Ponsel ini juga terpantau mengusung RAM 12 GB dan sistem operasi OriginOS 7 berbasis Android 17.
Vivo X500 muncul di basis data Geekbench dengan nomor model V2609A. Kehadiran ponsel ini di platform benchmark menjadi sinyal bahwa seri terbaru Vivo tengah mendekati tahap peluncuran resmi. Yang paling menonjol, perangkat ini disebut mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9600M.
Dimensity 9600M merupakan chipset yang baru saja diperkenalkan MediaTek. Konfigurasi intinya tercatat mirip dengan Dimensity 9500 milik generasi sebelumnya. Vivo X500 menjalankannya dengan susunan satu prime core, tiga performance core, dan empat efficiency core.
Susunan ini menempatkan Dimensity 9600M di kelas flagship. Kombinasi satu inti utama berkecepatan tinggi dan tiga inti performa biasanya dipakai untuk menyeimbangkan beban kerja berat seperti gaming dan multitasking.
Geekbench mencatat Vivo X500 membawa RAM 11,06 GB. Angka tersebut umumnya dibulatkan menjadi 12 GB pada materi pemasaran. Kapasitas ini masuk kategori besar untuk ponsel flagship dan memberi ruang lebih lega saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Perangkat ini juga diprediksi berjalan di OriginOS 7, antarmuka terbaru Vivo yang berbasis Android 17. Versi Android tersebut belum banyak dipakai ponsel lain, sehingga Vivo X500 berpotensi jadi salah satu perangkat awal yang mengadopsinya.
Belum ada skor Geekbench yang dirilis dari pendaftaran ini. Yang tersedia baru konfigurasi inti dan kapasitas RAM. Dari pola chipset Dimensity 9500 sebelumnya, Dimensity 9600M diperkirakan menyasar segmen performa tinggi dengan efisiensi daya yang lebih baik.
Angka 4,21 GHz pada prime core termasuk tinggi untuk chipset mobile. Kecepatan itu biasanya berdampak pada respons aplikasi dan frame rate game, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada sistem pendingin dan optimasi perangkat.
Vivo belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran X500. Kehadiran di Geekbench biasanya muncul beberapa pekan hingga beberapa bulan sebelum acara peluncuran. Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi apakah seri ini akan masuk secara resmi.
Jika mengikuti pola seri X sebelumnya, Vivo X500 kemungkinan menyasar segmen premium dengan fokus pada kamera dan performa. Ponsel ini cocok untuk pengguna yang mencari flagship dengan chipset MediaTek terbaru dan ingin sistem operasi berbasis Android versi teranyar.