SULAWESI SELATAN — iQOO Pad Ultra resmi meluncur di China sebagai tablet gaming ringkas 8,8 inci yang membawa kipas pendingin mekanis aktif, kombinasi jarang di segmen tablet kompak. Tablet ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dengan RAM hingga 16GB dan storage 1TB, dibanderol mulai CNY 6.499 atau sekitar Rp14,7 juta. Sayangnya, peluncurannya eksklusif untuk pasar Tiongkok tanpa kejelasan kapan masuk Indonesia.
Peluncuran iQOO Pad Ultra berbarengan dengan ponsel flagship iQOO 16 dalam gelaran yang sama. Tablet ini menyasar gamer mobile yang ingin performa tinggi tapi tetap bisa dibawa bepergian, bukan tablet 11 inci ke atas yang berat di tas.
iQOO Pad Ultra memakai bodi metal unibody dengan ketebalan hanya 5,74 mm dan bobot 298 gram. Angka ini termasuk ringan untuk tablet yang mengusung sistem pendingin aktif — biasanya kipas menambah volume dan bobot.
Panelnya berukuran 8,8 inci AMOLED, resolusi 2304×1440 piksel, rasio 16:10, dan refresh rate 165Hz. Kecerahan puncak lokal diklaim mencapai 4.500 nit, sementara full-screen 1.600 nit. Bezel di semua sisi cuma 2,65 mm dengan rasio layar ke bodi 93,3 persen.
Dapur pacunya mengandalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 fabrikasi 2nm, dipadukan chip khusus iQOO Q4 untuk pemrosesan grafis tambahan. Konfigurasi memori memakai RAM LPDDR5X hingga 16GB dan storage UFS 4.1 hingga 1TB.
Untuk menjaga performa tetap stabil saat sesi gaming panjang, iQOO menyematkan sistem pendingin lima lapis yang ditunjang kipas mekanis bawaan. Ini pendekatan berbeda dari tablet gaming lain yang umumnya hanya mengandalkan vapor chamber pasif.
Daya tahan disokong baterai 9.020 mAh dengan pengisian cepat 66W. Kapasitas segini masuk akal untuk tablet 8,8 inci yang dipakai bertanding — cukup untuk beberapa jam gaming intens sebelum perlu dicas ulang.
Untuk responsivitas, iQOO membekali tablet ini dengan gyroscope dan touch sampling rate 500Hz. Ada juga dual speaker simetris dan dual X-axis linear motor untuk haptic feedback saat bermain.
Sektor kamera memakai sensor utama 13MP di belakang dan 8MP di depan. Kamera depan dioptimalkan untuk panggilan video dan pemindaian dokumen, bukan untuk fotografi serius.
Konektivitas mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan USB Type-C 3.2 Gen 2 dengan output DisplayPort. Sistem operasinya Android 17 dengan antarmuka OriginOS 7 HD.
iQOO Pad Ultra dijual dalam empat varian di China:
Yang perlu diperhatikan: ketersediaan iQOO Pad Ultra masih terbatas eksklusif untuk wilayah Tiongkok. Belum ada kejelasan jadwal peluncuran global, termasuk kemungkinan masuk pasar Indonesia. Jadi kalau tertarik, siap-siap soal opsi import atau menunggu pengumuman resmi iQOO Indonesia.
Spesifikasi iQOO Pad Ultra memang mengesankan di atas kertas, terutama kombinasi chip 2nm, kipas aktif, dan layar 165Hz dalam bodi 298 gram. Tapi tanpa kejelasan distribusi resmi, calon pembeli di Indonesia menghadapi risiko garansi dan dukungan software jangka panjang.
Harga mulai Rp14,7 juta juga menempatkannya bersaing dengan tablet flagship lain di kelas yang sama. Keputusan akhirnya bergantung apakah iQOO benar-benar membawa perangkat ini ke pasar global atau tetap mengurungnya di Tiongkok.