PERTINA Sulsel Buka Pendaftaran Calon Ketua untuk Musprov November 2026, Syaratnya Siap Berkorban Finansial

Penulis: Hendra Setiawan  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:17:31 WIB
Rapat pleno pengurus PERTINA Sulsel di Makassar membentuk tim penjaringan calon ketua untuk Musprov 2026.

MAKASSAR — Keputusan itu diambil dalam rapat pleno pengurus di Sekretariat Pengprov PERTINA Sulsel, Lantai 2 Marina Beach Hotel, Makassar. Rapat dipimpin langsung Ketua Pengprov PERTINA Sulsel Harpen Reza Ali. Forum membentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Steering Committee (SC), dan Organizing Committee (OC) sebagai penyangga tahapan suksesi.

Musprov kali ini memilih pengurus baru untuk masa bakti 2026–2030. Sekretaris Pengprov PERTINA Sulsel Sri Syahril menyatakan proses pencalonan dibuka secara transparan, dengan TPP mengawal seleksi dari pendaftaran hingga penetapan calon.

Siapa yang Boleh Maju dan Apa Syaratnya

Peluang dibuka bagi putra-putri terbaik daerah yang punya komitmen konkret memajukan tinju Sulsel. Sri memberi catatan agar momentum suksesi tidak dijadikan ajang pamer status atau pelengkap daftar riwayat hidup.

Sejumlah syarat administratif ditetapkan. Calon wajib memiliki KTP Sulsel, menyusun visi-misi yang jelas, dan mengantongi dukungan minimal dari 10 Pengkab/Pengkot.

Di luar itu, figur yang hendak memimpin PERTINA Sulsel diwajibkan punya ketahanan finansial. Kesediaan berkorban waktu dan tenaga juga menjadi pertimbangan utama demi menjaga marwah tinju Sulawesi Selatan.

Jadwal Tahapan Musprov 2026

Penjaringan bakal calon ketua dimulai 5 hingga 12 Oktober 2026. Setelah itu, TPP melakukan verifikasi berkas pada 13–14 Oktober, disusul masa sanggah 15–17 Oktober, sebelum menetapkan calon resmi pada 18 Oktober 2026.

Kandidat yang lolos verifikasi mendapat panggung kampanye dan sosialisasi pada 19–22 Oktober 2026. Ruang itu disiapkan agar mereka meyakinkan para pemilik suara sebelum bertarung di arena Musprov.

"Setelah itu, TPP akan melakukan verifikasi berkas pada 13–14 Oktober, disusul masa sanggah pada 15–17 Oktober, sebelum akhirnya menetapkan calon resmi pada 18 Oktober 2026," jelas Sri Syahril.

Rekam Jejak Kepengurusan Harpen Reza Ali

Momentum Musprov menandai akhir periode pertama kepengurusan Harpen Reza Ali yang berakhir 30 November 2026. Selama empat tahun menakhodai, putra tokoh olahraga nasional A. Reza Ali itu dinilai membawa perubahan signifikan di peta kekuatan tinju nasional.

"Di bawah komando Harpen Reza Ali, PERTINA Sulsel mencetak sejarah baru dengan meloloskan 12 atlet ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ini merupakan kuota kelulusan terbesar sepanjang sejarah partisipasi Sulsel di ajang PON," sebut Sri Syahril.

Tim tinju Sulsel membawa pulang enam medali dari PON, termasuk emas kelas 54 kg yang disabet Josua Holy Masihor. Dominasi berlanjut ke Kejuaraan Tinju Asia 2025 di Negeri Sembilan, Malaysia, saat Josua kembali naik podium tertinggi usai menumbangkan petinju tuan rumah.

Pembinaan konsisten mengantar delegasi tinju Sulsel dua kali mewakili Indonesia di panggung dunia, yakni kejuaraan dunia di Uzbekistan (2023) dan Dubai (2025).

Prestasi Tanpa Kucuran Anggaran Pemprov

Deretan capaian itu diraih tanpa bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Termasuk saat Sulsel menjadi tuan rumah Pra-PON 2023 dan serangkaian Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).

Harpen disebut merogoh kocek pribadi hingga belasan miliar rupiah untuk membangun Gedung Olahraga (GOR) di atas lahan seluas 3.000 meter persegi di Jalan AP Pettarani, Makassar.

Sri melontarkan kritik tegas soal minimnya dukungan pemerintah. Menurutnya, berharap pada sokongan Pemprov Sulsel saat ini terasa sangat sulit, mengingat terbatasnya perhatian anggaran terhadap prestasi olahraga daerah selama lima tahun terakhir.

Karena itu, kriteria tinggi ditetapkan bagi siapa saja yang ingin maju pada Musprov PERTINA Sulsel kali ini. Sosok yang terpilih nanti diharapkan tidak hanya membawa visi, tetapi juga kesanggupan menanggung beban pembinaan yang selama ini berjalan mandiri.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: berandasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top