SULAWESI SELATAN — Duel akbar Tyson Fury vs Anthony Joshua dipastikan tanpa klausul rematch dalam kontraknya. Pertarungan bertajuk all-British heavyweight itu dijadwalkan berlangsung 11 Desember di Principality Stadium, Cardiff. Kalah di laga ini, salah satu petinju disebut bakal menghadapi pintu pensiun.
Kontrak pertarungan antara Tyson Fury dan Anthony Joshua berisi satu laga saja tanpa opsi pertemuan kedua. Manajer Fury, Spencer Brown, menegaskan bahwa kesepakatan itu memang dirancang sebagai duel tunggal, bukan seri panjang seperti biasanya.
"Secara kontrak, hanya ada satu pertarungan. Satu pertarungan besar. Memang dirancang untuk itu," kata Brown kepada Sky Sports News.
Brown tidak menutup peluang adanya pertemuan kedua di masa depan. Namun ia menyebut kubu Fury lebih memilih melanjutkan rangkaian laga melawan Oleksandr Usyk andai Fury keluar sebagai pemenang.
"Saya tidak bilang tidak akan ada pertarungan kedua. Tapi, jika Tyson menang, kami ingin melanjutkan urusan dengan Usyk," ujarnya.
Fury dan Usyk sebelumnya sempat bertemu di atas ring, dan trilogi menjadi salah satu skenario yang paling dinanti publik tinju dunia. Kemenangan atas Joshua akan membuka jalan menuju rangkaian laga tersebut.
Brown menyoroti usia kedua petinju yang sama-sama mendekati penghujung karier. Ia menyebut kekalahan di Cardiff bisa memaksa salah satunya mengambil keputusan besar soal masa depan.
"Mereka semua sudah dekat dengan akhir karier. Siapa pun yang kalah di sini, mau ke mana? Itu pertanyaan sulit. Yang menang, perjalanannya berlanjut. Yang kalah, mereka harus memikirkan apa yang akan dilakukan dan kapan melakukannya," tutur Brown.
Promotor Joshua, Eddie Hearn, menegaskan pihaknya menyambut duel ini sebagai laga sekali jadi. Ia tidak membebani Joshua dengan bayang-bayang pertemuan kedua.
"Tidak ada klausul rematch. Ini satu pertarungan, sekali jadi. Kalau pertarungannya luar biasa, saya yakin mereka akan melakukannya lagi. Tapi dalam pola pikir kami, ini sekali dan selesai," kata Hearn kepada Sky Sports News.
"Masuk ke sana, habisi dia, dan lanjut," tambahnya.
Hearn memprediksi laga ini tidak akan berjalan mudah bagi kedua petinju. Ia menggambarkan keduanya sebagai petinju yang begitu lapar kemenangan sehingga rela bangkit dari kanvas demi mengunci hasil.
"Kedua petinju bisa saja terjatuh dalam pertarungan ini, tapi mereka sangat ingin menang. Anda bisa jamin mereka akan merangkak bangkit dari kanvas untuk memenangkan pertarungan," ucap Hearn.
Pertarungan Fury vs Joshua digelar di Principality Stadium, Cardiff, dan menjadi salah satu duel paling dinanti di kelas heavyweight setelah bertahun-tahun keduanya disebut-sebut sebagai rival utama. Tanpa klausul rematch, laga 11 Desember itu menjadi penentu arah karier kedua mantan juara dunia tersebut.