MAKASSAR — Universitas Negeri Makassar kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional lewat jalur pendanaan riset dan pengabdian. Dari 11 proposal yang diajukan, tujuh dinyatakan resmi lolos dan berhak menerima pendanaan Program Aksara 2026. Seluruh proposal yang lolos mengusung skema Aksara Peduli.
Ketujuh proposal yang dinyatakan lolos tidak tersebar di berbagai skema, melainkan terpusat pada satu jalur: Aksara Peduli. Skema ini menempatkan pengabdian masyarakat sebagai fokus utama, bukan sekadar penelitian akademik di laboratorium.
Setiap tim mahasiswa yang lolos seleksi berhak mendapatkan alokasi anggaran. Dana itu akan dipakai untuk mengimplementasikan proyek pengabdian dan penerapan teknologi di lapangan.
Pelaksana Tugas Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pengusul yang berjuang membawa nama baik kampus.
"Selamat dan sukses kepada seluruh tim dosen pembimbing serta mahasiswa UNM yang proposalnya berhasil lolos pendanaan tahun ini," ucapnya.
Farida menilai keberhasilan tersebut sebagai bentuk nyata sinergitas akademik yang berjalan optimal antara dosen pembimbing dan mahasiswa.
"Semoga program-program pengabdian yang dirancang dapat berjalan lancar serta memberikan kebermanfaatan luas bagi masyarakat," harapnya.
Angka 7 dari 11 proposal yang diajukan menunjukkan tingkat keberhasilan seleksi yang cukup tinggi. Rasio itu sekaligus menegaskan posisi UNM di antara perguruan tinggi yang aktif mengikuti pendanaan program nasional.
Keberhasilan meloloskan tujuh proposal dinilai sebagai bukti bahwa civitas akademika UNM memiliki komitmen tinggi dalam melahirkan riset inovatif. Riset tersebut diarahkan pada pemecahan masalah yang berdampak langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar publikasi akademik.
Dengan dana yang sudah diamankan, tahap berikutnya adalah pelaksanaan program pengabdian di lapangan. Hasil implementasi itulah yang akan menjadi ukuran nyata dari capaian ini.