Pencarian

Kelurahan Gunung Sari Makassar Lolos Penilaian Nasional 2026, Wali Kota Appi Paparkan 4 Program Unggulan

Jumat, 09 Oktober 2026 • 15:46:31 WIB
Kelurahan Gunung Sari Makassar Lolos Penilaian Nasional 2026, Wali Kota Appi Paparkan 4 Program Unggulan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan program unggulan Kelurahan Gunung Sari dalam penilaian Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 di Kantor Balai Kota Makassar.

MAKASSAR — Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, menjadi wakil Kota Makassar dalam penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Penilaian berlangsung secara daring melalui wawancara calon juara yang digelar Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memaparkan langsung sejumlah inovasi dan program unggulan pemerintah kota dalam mendorong pemberdayaan masyarakat hingga penataan lingkungan di tingkat kelurahan. Paparan berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar.

Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular Jadi Andalan

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam penilaian adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan pendekatan ekonomi sirkular. Pemilahan dan pemanfaatan sampah dinilai tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi warga.

"Program pemilahan sampah, menghadirkan sirkular ekonomi yang ada di dalam wilayah kelurahan ini tentu akan memberikan dampak yang baik," ujar Appi, dikonfirmasi ulang, Jumat (09/10).

"Sehingga sirkular ekonomi bisa menyelesaikan persoalan lingkungan, khususnya dengan sampah yang ada," tambahnya.

Di Kelurahan Gunung Sari, kebersihan tetap terjaga. Sistem pemanfaatan sampah organik yang diolah menjadi kompos telah berjalan dan dimanfaatkan untuk memberi nutrisi tanaman yang dikembangkan masyarakat melalui pertanian lahan sempit atau urban farming.

Program tersebut dijalankan bersama kelompok masyarakat dengan dukungan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perikanan Kota Makassar.

"Jadi, mereka melakukan kegiatan ini bersama dengan kelompok masyarakat yang tentu mendapatkan support dari Dinas yang ada di lingkup Pemerintah Kota Makassar," katanya.

Rumah Adat yang Terjaga Jadi Modal Wisata Kearifan Lokal

Selain inovasi lingkungan, Appi mengangkat potensi budaya Kelurahan Gunung Sari. Keberadaan rumah adat yang masih terjaga dinilai menjadi kekuatan lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

Rumah adat tersebut dinilai mampu menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah, adat, dan budaya masyarakat Makassar kepada generasi muda maupun masyarakat dari luar daerah.

"Di wilayah Kelurahan Gunung Sari ini masih ada satu rumah adat yang sangat terjaga. Ini bisa memberikan bagaimana bercerita tentang kearifan lokal yang ada di wilayah Kota Makassar," jelasnya.

"Di Kelurahan Gunung Sari ini masih sangat memperhatikan adat dan budaya masyarakat lokal yang tentu menjadi local wisdom yang bisa kita jual sebagai jualan untuk pariwisata lokal yang ada di kota ini," lanjut Appi.

Kedekatan Lurah dan Warga Dorong Kepatuhan Pajak

Keberhasilan Gunung Sari juga terlihat dari partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah, termasuk kepatuhan membayar pajak dan retribusi. Appi menyebut tingginya kepatuhan tersebut tidak lepas dari pendekatan lurah dan jajaran yang aktif melakukan sosialisasi serta membangun kedekatan dengan warga.

Kedekatan itu, kata Appi, menjadi modal penting dalam membangun pemerintahan yang tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi mampu menggerakkan masyarakat untuk ikut menyelesaikan persoalan di wilayahnya.

"Ini yang kemudian membuat masyarakat mau bergerak bersama pemerintah," ujarnya.

Stunting di Gunung Sari Tersisa Dua Kasus

Appi turut menekankan keberhasilan Gunung Sari dalam menekan angka stunting. Dari kondisi sebelumnya, kasus stunting di wilayah tersebut kini tersisa dua kasus yang ditargetkan dapat ditangani bersama melalui intervensi di tingkat kelurahan.

Penyelesaian persoalan stunting, menurut Appi, tidak selalu harus menunggu intervensi berskala besar. Kepedulian masyarakat serta koordinasi antara lurah, jajaran pemerintah, dan warga dapat menjadi kekuatan utama dalam memastikan anak-anak yang mengalami stunting mendapatkan pendampingan hingga keluar dari kondisi tersebut.

"Artinya, masyarakat yang ada di Kelurahan Gunung Sari melalui lurah akan memperhatikan sampai dengan pengidap stunting ini bisa keluar dari kondisi stunting," jelasnya.

Pola yang dijalankan Gunung Sari dinilai dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Makassar. Persoalan sosial, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dapat diselesaikan secara bersama apabila terdapat kepemimpinan di tingkat kelurahan yang mampu menggerakkan partisipasi warga.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bacaonline.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks