Panitia Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar mencatat lima bakal calon telah menyerahkan berkas pendaftaran untuk Pilrek periode 2027-2031, dengan satu nama lagi dikonfirmasi menyusul. Pendaftaran ditutup pada 9 Oktober 2026 dan tidak akan diperpanjang karena jumlah pendaftar dinilai sudah memenuhi kriteria. Seluruh bakal calon berasal dari kalangan internal UNM.
MAKASSAR — Ketua Panitia Pilrek UNM Prof Andi Muhammad Idkhan menyatakan berkas lima bakal calon telah diterima panitia di Menara Pinisi UNM, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan. Satu bakal calon lain, Prof Hj Hasmyati, dikonfirmasi akan menyusul mendaftar pada Kamis (8/10).
"Saat ini sudah lima bakal calon mendaftar dan berkasnya telah diterima panitia," ujar Idkhan kepada wartawan usai menerima berkas pendaftaran.
Siapa Saja yang Sudah Mendaftar?
Pendaftar pertama adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr Arifin Manggau dari Fakultas Seni dan Desain UNM. Posisinya disusul mantan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNM periode 2012-2016, Prof Eko Hadi Sujiono.
Berikutnya, Prof Sukardi Weda yang merupakan dosen Fakultas Bahasa. Lalu Prof Hj Andi Aslinda yang kini menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik, dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM Prof Suwardi Annas.
Jika Hasmyati benar-benar mendaftar, jumlah bakal calon menjadi enam orang. Hasmyati merupakan mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM.
Mengapa Pendaftaran Tidak Diperpanjang?
Idkhan menegaskan batas akhir pendaftaran jatuh pada 9 Oktober 2026 dan tidak ada perpanjangan. Alasannya, jumlah pendaftar yang mencapai enam orang sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan panitia.
"Sudah terkonfirmasi, rencana besok mendaftar. Jadi ada enam bakal calon yang mendaftar. Batas akhir pendaftaran hari Jumat ini. Kalau kita lihat jumlah pendaftar enam orang, maka tidak ada perpanjangan, karena sudah memenuhi kriteria," tutur Direktur Pascasarjana UNM itu dalam konferensi pers.
Menurut Idkhan, seluruh bakal calon yang mendaftar merupakan orang terpilih dari internal UNM. Belum ada pihak eksternal yang menyerahkan berkas.
"Semua bakal calon yang mendaftar ini adalah orang-orang internal UNM, mereka berpengalaman serta memiliki integritas tinggi dan mendedikasikan dirinya di kampus. Mereka inilah orang-orang terpilih dan sudah mumpuni," paparnya.
Visi Suwardi: Sinergi Potensi dan Reputasi Internasional
Bakal calon rektor Prof Suwardi Annas menyatakan keputusannya maju sudah bulat. Ia menyerahkan berkas kepada 11 orang panitia pelaksana di Gedung Pinisi dan menyebut tujuannya adalah melanjutkan estafet kepemimpinan sebelumnya.
Suwardi menyinggung sejarah UNM yang telah berdiri 65 tahun. Menurutnya, peningkatan kualitas kampus perlu mencakup sumber daya manusia dosen, aset, program studi, pertumbuhan jumlah mahasiswa, hingga hasil riset dan inovasi terbaru.
"Kalau saya diberi amanah menjadi rektor UNM, maka saya berusaha semaksimal mungkin mensinergikan semua potensi yang ada untuk mewujudkan UNM semakin maju, berkarakter, bereputasi internasional, tentunya tetap berakar pada kearifan lokal," paparnya dengan nada optimistis.
Saat mendaftar, Suwardi diantar lima dekan yang tergabung dalam timnya dan sejumlah guru besar. Ketua Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Prof KH Hamzah Harun Al-Rasyid turut mendampingi. Suwardi mengklaim telah mendapat dukungan 30 persen suara dari 64 pemilik suara di Pilrek UNM.
Tahapan Selanjutnya
Panitia masih menunggu pendaftaran Hasmyati sebelum menutup masa penjaringan pada 9 Oktober 2026. Setelah itu, tahapan Pilrek UNM periode 2027-2031 berlanjut sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.