MAKASSAR — Sebanyak 27.000 anak yang sebelumnya putus sekolah kini kembali mengikuti layanan pendidikan di Sulawesi Selatan. Angka itu diumumkan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman saat menjadi pembicara dalam forum strategis nasional di Jakarta yang dihadiri sejumlah menteri.
Program Pasti Beraksi Jadi Andalan
Salah satu inovasi yang mendorong capaian tersebut adalah program Pasti Beraksi, singkatan dari Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi. Program ini diluncurkan pada 28 Juli 2022 dan berhasil membawa Sulsel meraih SDG’s Action Award 2024.
Penghargaan itu diberikan atas kontribusi nyata provinsi ini dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Gubernur menekankan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga mitra pembangunan internasional menjadi kunci keberhasilan.
Regulasi dan Program Pendukung
Pemprov Sulsel memperkuat penanganan ATS melalui sejumlah regulasi, mulai dari peraturan daerah hingga peraturan gubernur tentang rencana aksi percepatan penanganan ATS. Rencana aksi daerah pencegahan dan penanganan ATS untuk periode 2025-2029 juga telah disusun.
Berbagai program pendukung turut dijalankan, meliputi penyediaan layanan pendidikan formal dan nonformal, fasilitasi beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, pengembangan pembelajaran berbasis teknologi lewat Smart School, pendidikan keluarga, penguatan keterampilan vokasional, serta monitoring dan evaluasi berkala.
Apresiasi dari Bappenas
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Bahjuri Ali mengapresiasi langkah Gubernur Sulsel yang dinilai progresif. Ia menyebut penerbitan pergub tentang rencana aksi percepatan penanganan ATS menjadi bukti keseriusan daerah dalam menuntaskan isu anak tidak sekolah.
"Makanya kami mengundang Gubernur Sulawesi Selatan yang sangat progresif dalam menuntaskan isu ATS melalui penerbitan pergub tentang rencana aksi percepatan penanganan ATS serta berhasil mengembalikan 27.000 anak ke dalam layanan pendidikan," ujarnya.
Investasi Jangka Panjang SDM
Gubernur Andi Sudirman menegaskan penanganan ATS bukan sekadar program pendidikan, melainkan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Forum strategis nasional itu turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menko PMK Pratikno, serta Wakil Mendagri Bima Arya Sugiarto.