Pencarian

Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026, Tak Ada Satu Model pun di Daftar 20 Mobil Terlaris

Senin, 15 Juni 2026 • 11:27:01 WIB
Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026, Tak Ada Satu Model pun di Daftar 20 Mobil Terlaris
Penjualan BYD merosot 80,6 persen pada Mei 2026 tanpa model yang masuk daftar 20 mobil terlaris.

SULAWESI SELATAN — Data penjualan yang dirilis Gaikindo untuk periode Mei 2026 menunjukkan performa BYD yang kontras dengan pencapaian April lalu. Secara wholesales, distribusi BYD ke dealer merosot hingga 80,6 persen, hanya menyisakan 895 unit. Sementara itu, penjualan retail ke konsumen juga ikut turun dari 6.274 unit di April menjadi 2.892 unit di Mei.

Meski secara retail BYD masih bertahan di posisi 10 merek terlaris, kondisi ini berbeda dengan daftar 20 mobil terlaris. Tidak ada satu pun model BYD yang masuk dalam jajaran tersebut. Pada April lalu, dua model BYD—M6 dan Sealion 7—masih tercatat sebagai model terlaris di Indonesia.

Pasokan Impor Terhenti Total Selama Sebulan

Penyebab utama penurunan penjualan ini diduga kuat karena BYD menghentikan sementara kegiatan impor. Berdasarkan catatan Gaikindo, saat ini hanya ada tiga model yang didatangkan secara utuh (CBU) dari China: Seal Dynamic, Atto 3 Advanced Standard Range, dan Atto 3 Superior Extended Range. Namun, selama Mei 2026, tidak ada satu pun unit dari ketiga model tersebut yang tercatat masuk ke Indonesia.

Pabrik Subang Belum Beroperasi Penuh

Di sisi lain, pabrik BYD yang tengah dibangun di Subang, Jawa Barat, belum sepenuhnya rampung. Data produksi Gaikindo menunjukkan belum ada aktivitas perakitan atau produksi mobil BYD di dalam negeri. Artinya, pasokan mobil BYD saat ini sepenuhnya bergantung pada impor yang justru dihentikan sementara.

Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengakui proses pembangunan pabrik masih menyelesaikan sejumlah tahapan penting. "Secara spesifik saya nggak bisa sampaikan kapan bulannya, namun memang ini udah tahap terakhir. Yang ini penting, ini menyangkut compliance kita terhadap aturan yang telah berlaku," ujarnya.

Tahap Finalisasi Sebelum Produksi Massal

Luther menjelaskan saat ini pihaknya tengah memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar kualitas produksi global BYD. Proses finalisasi ini menjadi krusial sebelum pabrik dapat beroperasi penuh dan mulai merakit mobil secara lokal. Hingga kini, belum ada kepastian kapan pabrik Subang akan memulai produksi komersial.

Kondisi ini membuat BYD berada dalam posisi jeda pasokan. Dengan impor yang dihentikan dan pabrik lokal yang belum siap, penjualan BYD dalam waktu dekat sangat bergantung pada ketersediaan stok yang sudah ada di dealer.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks