SULAWESI SELATAN — Api pertama kali terlihat sekitar pukul 09.00 WIB dari bagian belakang bangunan yang sebagian besar berdinding kayu dan tripleks. Tiupan angin kencang membuat kobaran api membesar dalam hitungan menit dan melahap seluruh bangunan utama pesantren yang digunakan sebagai ruang belajar, asrama, dan kantor. Warga sekitar yang panik langsung berupaya memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam tiba.
Bangunan Utama Rata dengan Tanah, Aktivitas Belajar Terhenti
Kepala Desa Gintung, Amsuri, menyatakan bahwa bangunan utama pondok pesantren yang menjadi pusat kegiatan belajar-mengajar bagi puluhan santri kini hanya menyisakan puing-puing. "Bangunan utama ludes terbakar. Semua fasilitas belajar, buku, dan perlengkapan santri ikut hangus," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Amsuri menambahkan, pimpinan pondok pesantren, Ustadz Deni Bahaeki atau yang akrab disapa Ustadz Buluk, sangat terpukul atas musibah ini. Pondok Pesantren Darul Miftah selama ini menjadi salah satu lembaga pendidikan dan pembinaan generasi muda di wilayah Kecamatan Sukadiri. Aktivitas belajar para santri untuk sementara dipastikan terhenti hingga ada tempat pengganti.
Harapan Bantuan dari Pemkab Tangerang dan Para Dermawan
Pemerintah desa setempat berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Amsuri secara khusus meminta perhatian dari Bupati Tangerang, Camat Sukadiri, serta Dinas Sosial untuk meninjau langsung lokasi kebakaran. "Kami sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari Bapak Bupati Tangerang, Camat Sukadiri, Dinas Sosial, serta para dermawan. Pondok pesantren ini menjadi tempat pendidikan dan pembinaan generasi muda di Desa Gintung," kata Amsuri.
Ia mendesak agar proses pembangunan kembali pesantren segera direalisasikan. Tanpa bantuan yang cepat, dikhawatirkan puluhan santri akan kehilangan akses pendidikan agama dan formal dalam waktu yang lama. Warga sekitar juga telah bergotong royong membersihkan sisa-sisa material bangunan yang berserakan.
Penyebab Kebakaran Masih Diduga Korsleting Listrik
Hingga Minggu sore, pihak kepolisian dari Polsek Sukadiri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara yang beredar di kalangan warga dan pengelola pesantren adalah hubungan arus pendek listrik yang dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tua. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan tidak sedikit mengingat bangunan utama dan seluruh isinya hangus terbakar.