MAKASSAR — Bahlil Lahadalia tidak main-main dalam membidik kebangkitan Partai Golkar di kawasan timur Indonesia. Saat membuka Musda XI DPD I Golkar Sulsel di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan harus menjadi lokomotif pertama.
“Kalau kita bisa lakukan di Sulsel, maka daerah-daerah lain di Indonesia timur tentu akan meniru,” kata Menteri ESDM itu di hadapan jajaran pengurus dan kader, Sabtu (18/1/2026).
Dua Target yang Wajib Terealisasi
Bahlil meminta siapapun yang terpilih tidak membuang waktu. Tugas pertama yang ia titipkan adalah percepatan penyelesaian struktur organisasi. Bukan hanya di tingkat provinsi, melainkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa-desa.
“Kekuatan partai kita itu ada di sana,” tegas Bahlil.
Tugas kedua tak kalah berat: menaikkan perolehan kursi partai. Target ini berlaku untuk semua level, mulai dari DPR RI hingga DPRD kabupaten/kota. Ia juga mengingatkan agar pengurus baru solid mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Ilham Arief Sirajuddin: Calon Tunggal yang Diapresiasi
Musda kali ini hanya diikuti satu calon, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Bahlil secara terbuka mengapresiasi kematangan politik kader senior yang akrab disapa Kak Aco itu. Ia juga menepis kekhawatiran sebagian pihak soal rekam jejak IAS yang pernah pindah partai.
“Partai Golkar ini adalah partai yang dewasa. Sejarahnya tidak dibentuk oleh satu kelompok saja, tapi lahir dari kegelisahan bersama terhadap kondisi bangsa. Golkar adalah partai yang inklusif,” ujar Bahlil.
Bahlil berharap pengalaman panjang IAS di panggung politik dapat menjadi bekal untuk memajukan Golkar Sulsel ke depan.
Langkah Awal Menuju Kebangkitan di Indonesia Timur
Musda XI DPD I Golkar Sulsel turut dihadiri oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta jajaran pengurus DPP, fraksi Golkar pusat dan daerah, pengurus DPD II se-Sulsel, dan perwakilan organisasi sayap partai. Rapat puncak ini menjadi panggung bagi Bahlil untuk menegaskan bahwa kebangkitan Golkar di Indonesia timur harus dimulai dari Sulsel yang dikenal memiliki basis sejarah dan kekuatan akar rumput yang kokoh.