MAKASSAR — Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengimbau warga untuk meluangkan waktu mengikuti rangkaian zikir dan doa kebangsaan dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini direncanakan dihadiri sekitar 100.000 orang di Jakarta dan diselenggarakan di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara.
“Khusus untuk masyarakat Sulawesi Selatan bisa mengikuti kegiatan zikir dan doa kebangsaan melalui televisi, akun media sosial, dan youtube resmi Kemenag RI di rumah bersama keluarga,” ujar Ali Yafid di Makassar, Kamis.
Bukan Sekadar Ritual, tapi Perkuat Persatuan Bangsa
Ali Yafid menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Zikir dan doa kebangsaan, menurutnya, merupakan ungkapan syukur atas kemerdekaan yang telah dianugerahkan sekaligus momentum mempererat ukhuwah dan persatuan.
“Keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat Sulawesi Selatan merupakan wujud kebersamaan dalam mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan bangsa, serta meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi demi Indonesia yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera,” jelasnya.
Instruksi untuk Satuan Kerja dan Penyuluh
Ali Yafid juga memerintahkan seluruh satuan kerja di jajaran Kemenag Sulsel untuk menggelar zikir dan doa kebangsaan di instansi masing-masing sebelum 17 Agustus nanti. Tak hanya itu, ia meminta para penyuluh agama untuk mengajak masyarakat binaan berdoa bersama di wilayah masing-masing.
“Satuan kerja di jajaran Kemenag Sulsel bisa mengikuti dan melaksanakan zikir dan doa kebangsaan pada satuan kerja masing-masing. Para penyuluh juga bisa sambil melakukan zikir dan doa bersama masyarakat binaannya,” terang dia.
Harapan untuk Indonesia yang Berdaulat dan Makmur
Kakanwil berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahim anak bangsa. Ia menekankan bahwa doa dan persatuan adalah fondasi utama pembangunan bangsa ke depan.
“Dengan zikir kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan doa kita menguatkan harapan, dan dengan persatuan kita membangun Indonesia,” ucap Ali Yafid.